BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya meluncurkan Klinik Peduli Literasi Sekolah (KIPERS). Peluncuran perdana digelar di SDN Percobaan Jalan Damang Leman II.
Peluncuran KIPERS ini dilaksanakan bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) peserta didik baru tahun pelajaran 2022/2023.
Acara ini dihadiri oleh Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kabid dan Kasi Bidang Pembinaan SD.
Kemudian Pengawas Pembina SDN Percobaan, Kepala SDN Percobaan beserta Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ketua Komite Sekolah SDN Percobaan serta Orang Tua Wali Murid SDN Percobaan.
Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Jayani mengatakan Klinik Peduli Literasi Sekolah merupakan salah satu inovasi yang diluncurkan sebagai salah satu langkah dalam mengatasi learning loss yang terjadi pada peserta didik akibat lamanya pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19.
--page
“Saya mengharapkan KIPERS ini nantinya bisa dilaksanakan di seluruh Satuan pendidikan khususnya jenjang SD yang berada di bawah naungan kami,” kata Jayani, Selasa 12 Juli 2022.
Sementara itu, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang pembinaan SD, Era Wahyuningsih menjelaskan layanan ini merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang pembinaan SD.
“Klinik Peduli Literasi sekolah ini merupakan wadah bagi pendidik di jenjang Sekolah Dasar untuk bisa segera membenahi ketertinggalan kemampuan dasar literasi anak didiknya,” jelasnya.
Melalui layanan KIPERS, sambung Era satuan pendidikan akan memberikan bimbingan khusus bagi peserta didiknya yang dirasa tertinggal dalam kemampuan dasar literasi di luar jam pembelajaran.
Selain itu, satuan pendidikan juga bisa membuka layanan konsultasi orang tua wali murid terkait permasalahan yang dialami oleh putra putrinya terkait kemampuan literasi numerasi mereka.
Layanan Klinik Peduli Literasi di jenjang Sekolah Dasar dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaan awal, Klinik Peduli Literasi Sekolah ini dibentuk di 3 sekolah yang menjadi pilot project, yaitu SDN Percobaan, SDN 9 Menteng dan SDN 11 Langkai.
Diharapkan dengan adanya klinik peduli literasi sekolah ini nantinya akan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik melalui pembenahan kemampuan dasar literasinya yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan. (HENDRI/B-5)









