BORNEONEWS, Nanga Bulik – Trans Kalimantan yang melalui wilayah Kabupaten Lamandau merupakan jalur paling ramai dilalui penyelundup narkoba antar provinsi, bahkan beberapa kali digunakan jaringan narkoba antar negara untuk mengedarkan barang haram tersebut ke wilayah Kalimantan Tengah.
Hal tersebut terbukti dengan adanya sejumlah pengungkapan kasus oleh jajaran Polres Lamandau. Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan kilogram narkoba jenis sabu dan ribuan butir ekstasi dari luar negeri berhasil diamankan.
Meski sudah banyak kasus penyelundupan narkoba yang berhasil diungkap, namun banyak pihak menduga tidak sedikit penyelundupan baarang haram itu yang lolos dari jaring petugas. Minimnya sarana deteksi mulai disorot.
Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono mengaku sudah mewacanakan pembentukan Pasukan K9 (pasukan anjing pelacak), untuk membantu Satresnarkoba menghadang masuknya narkoba ke wilayah Kalteng melalui Wilayah Kabupaten Lamandau.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satsabhara terkait pengadaan Pasukan K9,” kata Kapolres saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu 31 Agustus 2022.
Pembentukan Pasukan K9 perlu persiapan. Pasalnya, dengan adanya pasukan tersebut pihaknya harus mempersiapkan banyak hal, bahkan hingga perubahan struktur di Polres Lamandau.
“Tentu saja kita perlu mendatangkan personel yang berkompeten dibidangnya tersebut, hingga mempersiapkan kandang dan sarana transportasinya,” bebernya.
Dia menyadari dengan adanya Pasukan K9 tersebut pihaknya akan sangat terbantu dalam pengungkapan kasus narkoba, terutama dalam hal pelacakan, sehingga para pelaku akan kesulitan mengecoh anggota kepolisian saat melakukan penggeledahan.
--page
“Dengan sarana yang ada saat ini, kami sering kesulitan mencari letak narkoba disembunyikan. Bahkan beberapa kali kami gagal menemukannya,” ujarnya.
Selain disinyalir bocor, para penyelundup sudah sangat lihai menyembunyikan narkoba saat membawanya menuju Kalteng, karena beberapa kali pihaknya menemukan barang bukti narkoba di tempat-tempat yang tidak terduga.
Selama ini pihaknya masih mengandalkan laporan dan penyelidikan dalam mengungkap kasus penyelundupan narkoba dari provinsi lain maupun narkoba yang langsung dikirim dari luar negeri. (HENDI NURFALAH/B-6)









