KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengingatkan sekaligus mendorong kepada semua pihak yang terlibat dalam Tim TPID agar merumuskan dan mengoptimalkan langkah pengendalian inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal itu disampaikannya setelah mendengarkan arahan Presiden RI via zoom meeteng dan usai memimpin Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kapuas, baru-baru ini.

"Tugas TPID Kabupaten Kapuas untuk mengetahui dan merumuskan segala kebutuhan pasar agar tidak terjadi kenaikan harga jual pasar terhadap segala kebutuhan masyarakat," 

“Kita harus bekerja keras untuk bagaimana menekan inflasi didaerah kita ini, saya mendorong para camat untuk berinovasi mengendalikan inflasi," katanya, baru-baru ini.

Sebelumnya, dalam Rakor via zoom meeting tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta pemerintah pusat dan daerah saling bekerja sama dalam upaya pengendalian inflasi di tanah air. 

--page

Adapun pertemuan itu juga diikuti oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beserta jajaran, didampingi Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Kapuas dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Septedy melalui aplikasi zoom meeting dari Aula Bappeda Kapuas.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan, mengenai situasi perekonomian tanah air yang ikut goyang akibat adanya krisis yang melanda seluruh dunia. 

Ditambah lagi, dengan kenaikan harga BBM dan inflasi yang semakin mencekik keuangan negara serta masyarakat. Bila terus dibiarkan, kata Presiden Jokowi, hal tersebut akan berdampak terhadap kenaikan harga barang dan jasa, yang apabila tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan terjadinya kemiskinan di suatu wilayah.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Presiden Jokowi, pemerintah daerah bisa memberikan subsidi kepada masyarakat akibat penyesuaian harga BBM dan inflasi di wilayah masing-masing, melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 2 persen. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)