SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Dampak banjir yang merendam rumah masyarakat di Kelurahan Padang dan Kelurahan Mendawai dalam beberapa waktu ini sehingga menyebabkan kasus diare di Kabupaten Sukamara meningkat.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara, Ahmad Yani mengatakan penyakit diare yang terpantau oleh pihaknya telah mengalami peningkatkan, meskipun jumlah tersebut tidak terlalu banyak.

"Kasus Diare tidak banyak tetapi ada penambahan jumlah dari biasanya, ini saat terjadi banjir di Kelurahan Padang dan Mendawai," kata Ahmad Yani, Minggu, 2 Oktober 2022.

Hasil dari survei epidemiologi dilapangan, didapatkan kemungkinan ada sebagian anak-anak yang terkena kasus diare, dimana anak-anak tersebut sebelumnya sempat bermain diwilayah banjir.

"Hasil survey epidemilogi memang sebagian anak ada bermain dan mandi ditempat banjir, sehinggal memgakibatkan diare, ada kemungkinan terkonsumsi air banjir saat mandi," ujar Yani.

--page

Pihaknya berharap agar orang tua yang memiliki anak agar tidak membiarkan anaknya untuk bermain atau mandi dilokasi banjir untuk mencegah dan menghindari resiko terkena penyakit diare.

"Warga yang ada dibantaran sungai  atau dipemukiman banjir juga dihimbau untuk tidak menggunakan air dilokasi banjir untuk kebutuhan air bersih seperti untuk konsumsi," tukasnya. (NORHASANAH/B-11)