PEMADAMAN listrik secara bergilir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tampaknya bakal cukup lama berlangsung. Pasalnya, hingga kini kendala operasi produksi daya listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai belum terpecahkan. Bahkan, pihak PT EEI sampai sekarang juga belum berani mematok target kapan operasi pembangkitnya pulih.
Pihak PLN telah membuat jadwal pemadaman bergilir hingga 31 Januari. Namun, tidak menutup kemungkinan, dibuat jadwal baru, jika ternyata masih ada kendala pembangkit listrik.
Plant Manager PLTU PT EEI Kumai, Dharmawan mengatakan, sampai Kamis (28/1/2016) siang pihaknya masih mencari permasalahan utama yang menyebabkan salah satu turbin pembangkitnya tak dapat beroperasi.
Menurut Dharmawan, salah satu turbin pembangkit di PLTU Kumai tidak dapat beroperasi karena permasalahan di salah satu komponen, yakni chain grid. Chain grid termasuk peralatan berat yang terdiri dari banyak bagian dan sangat memengaruhi blower.
“Kalau sedang panas, kita harus menunggu sampai dingin dulu baru bisa memeriksa apa masalah utamanya. Karena ini berkaitan dengan keselamatan para teknisi dan pekerja di PLTU. Jadi agak sulit mencari penyebab utama masalah di chain grid itu,” kata Dharmawan, Kamis (28/1/2016).
Terpisah Supervisor Teknik Jaringan PLN Rayon Pangkalan Bun, Suprapto mengatakan, akibat belum adanya perkembangan positif di PLTU, listrik di Kobar masih mengalami defisit daya. Pada Rabu (27/1/2016) malam, daya mampu listrik PLN hanya sekitar 24 megawatt (mW) dengan beban puncak mencapai sektiar 29 mW. Sehingga hingga Kamis (28/1) siang, defisit daya listrik PLN bekisar 4 mW sampai 5 mW.
“Yang PT Korintiga Hutani sudah normal. Tapi ada beberapa pembangkit yang melakukan pemeliharaan. Mudah-mudahan ada solusi yang bisa diambil.”(RD/B-2)





