BORNEONEWS, Pulang Pisau - Serapan anggaran di penghujung tahun anggaran 2022 mendapat sorotan serius dari Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang. Untuk itu, bupati meminta kepada semua kepala perangkat daerah memperhatikan hal itu ditahun 2023 menjadi lebih baik lagi.
“Semua Kepala Perangkat Daerah, agar menjadi perhatian mengingat kurang lebih 2 bulan lagi untuk penyerapan anggaran tahun 2022. Saya harap di 2023 sesuai dengan target," ucap Taty sapaan akrab Bupati Pulpis itu.
Untuk memaksimalkan serapan anggaran disisa waktu yang ada, bupati perempuan pertama Kabupaten Pulpis itu meminta semua kepala organisasi perangkat daerah untuk melakukan koordinasi internal dalam menentukan langkah-langkah untuk mendorong realisasi program kegiatan mulai sekarang. Sehingga di bulan Desember dipastikan realisasi anggaran telah maksimal dilakukan.
Selain itu Taty juga meminta untuk bersamaan merencanakan program kegiatan tahun anggaran 2023.
“Saya ingin, kepala perangkat daerah bisa merancang kegiatan unggulan pada unit kerjanya. Buat program prioritas yang inovatif dan memberikan dampak dan kemanfaatan langsung kepada masyarakat,” pinta Taty.
--page
Menanggapi permintaan dari Bupati Pulpis itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pulang Pisau telah merubah Pola Kerja dilingkungannya. Dimana pihaknya akan melakukan pelelangan perencanaan kegiatan di tahun 2023 pada Bulan Desember 2022.
Sehingga program kegiatan yang telah dirancang di Tahun 2023 dapat dilaksanakan pada awal tahun 2023 yang tentunya akan berdampak pada serapan anggaran pada triwulan pertama tahun 2023.
"Polanya kita rubah. Lelang perencanaan kegiatan akan kita mulai di bulan Desember, agar kegiatan itu dapat dilaksanakan pada awal tahun 2023. Kalau kegiatan sudah dilaksanakan tentu akan berpengaruh terhadap serapan anggaran," kata Kepala DPUPR Pulpis Usis I Sangkai saat dibintangi rekan media.
Usis yang didampingi Kepala Bidang Bina Marga (BM), DPUPR Pulpis Denny Eko Setyadi juga mengungkapkan serapan anggaran DPUPR Pulpis saat ini mencapai 80 persan.
Hal tersebut dikerenakan ada beberapa kegiatan yang belum selesai dikerjakan.
"Secara global realisasi anggaran di DPUPR, baik fisik maupun keuangan sekitar 80 persen, karena ada beberapa kegiatan yang sedang dikerjakan. Tapi kami yakin akan segera selesai sesuai target," tutupnya. (ang)









