SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pesan kepada para generasi muda bertepatan pada momen Sumpah Pemuda yang ke-94.

Kepala Sub Bagian Perbantuan SMA dan SMK, Disdik Kotim, Zulfikar Antoni, menaruh perhatian serius kepada pemuda penerus estafet pembangunan. Saat momentum Hari Sumpah Pemuda, generasi muda di kabupaten ini diharapkan menciptakan kedamaian, bukan permusuhan. 

"Saat dicetuskan, Sumpah Pemuda didasari keinginan memiliki satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Semangat baru ini dikobarkan para pemuda di tengah masa penjajahan," katanya, saat menghadiri upacara di SMKN 1 Sampit, Jumat, 28 Oktober 2022.

Dia menyebut, hari ini merupakan sebuah peristiwa yang terjadi 94 tahun silam. Saat itu, terjadi sebuah sumpah bersama yang dilakukan seluruh pemuda anak negeri ini yang kemudian sekarang dikenal dengan sumpah pemuda.

Dilanjutkannya, untuk mencapai cita-cita kemerdekaan, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah 'benang merah' sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.

--page

"Betapa semangat mereka berjuang demi tegaknya kedaulatan negara ini. Pemikiran, jiwa dan raga mereka rela korbankan. Untuk siapa? Tentu tidak buat mereka. Apakah mereka sekarang menikmati?Tidak, mereka sudah gugur. Jadi, buat siapa lagi buah perjuangan mereka kalau bukan buat kita yang sekarang tinggal menikmati dan menjaga," tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa yang mungkin bisa dilakukan pemuda dalam memaknai sumpah pemuda ini. Salah satunya dengan mencari teman sebanyak-banyaknya dan hindari untuk memicu terjadinya permusuhan. 

"Semangat dan jiwa Sumpah Pemuda perlu kita gelorakan kembali dalam jiwa kita semua sebagai kaum muda," ungkapnya.

Dia mengatakan, kaum muda adalah harapan seluruh warga, sama dengan harapan di masa lalu, saat Sumpah Pemuda dikumandangkan. Gelora dan semangat kaum muda juga tak luput dituntut di masa sekarang.

"Mungkin bentuknya yang lain. Bisa berupa semangat belajar, meraih suatu prestasi, aktif di organisasi, ekstrakurikuler, dan lainnya," jelasnya.

Selanjutnya dia mengingatkan, para pelajar harus sudah mulai untuk memikirkan diri supaya lebih mandiri dan lebih selektif dalam memilih lingkungan dan teman bergaul. 

--page

Dia merasa prihatin dengan fenomena munculnya sekelompok anak muda yang mengatasnamakan diri sebagai 'geng' motor begitu beringas melakukan kriminal. "Kita begitu sedih melihat mental mereka yang begitu mengkhawatirkan. Sangat bertolak belakang dengan semangat sumpah pemuda," ucapnya.

Antoni mengajak generasi muda untuk menahan diri dan menjaga hati untuk tidak terjebak kepada hal-hal negatif seperti itu. "Mungkin sangat tepat kata-kata bijak yang pernah disampaikan (Seribu kawan masih kurang, musuh satu kebanyakan)," tegasnya.

Pesan terakhir yang disampaikannya kepada para pemuda, agar di masa muda ini dimanfaatkan untuk berbuat hal-hal yang positif dan mengembangkan diri untuk menjemput keberhasilan dimasa depan.

"Kita maknai sumpah pemuda ini untuk terus membangun semangat perbaikan, motivasi untuk belajar, semangat untuk berprestasi," tutupnya. (NOOR ANNISA/B-7)