BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan pentingnya literasi keuangan.
Kepala OJK Provinsi Kalteng Otto Fitriandy menyampaikan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Edukasi Keuangan Kalteng masih dibawah nasional.
“Tingkat Indeks Inklusi Keuangan Provinsi Kalteng berada di angka 74,80 dan Indeks Literasi Keuangan sebesar 37,01 persen,” sebut Otto saat memberikan sosialisasi di kantornya baru baru ini.
Sedangkan untuk nasional tingkat Indeks Inklusi keuangan berada diangka 76,19 persen dan Indeks Literasi Keuangan sebesar 38,03 persen.
Otto menyebutkan OJK memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengawasi tiga sektor utama jasa keuangan di Indonesia.
--page
Sektor yang diawasi adalah perbankan, kemudian sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), dan sektor Pasar Modal. (HERMAWAN DP/B-7)









