KANTOR Samsat Kabupaten Barito Utara (Barut) mencatat, pada tahun 2015 lalu ada sebanyak 14 ribu unit kendaraan milik masyarakat baik roda dua dan roda empat yang menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotornya.
Menurut Kepala Samsat Barut Supardi Alang, dari hasil peninjauan petugas pajak yang berkeliling ke sejumlah wilayah kabupaten tersebut banyaknya tunggakan pajak kendaraan sampai akhir Desember 2015, disebabkan kemampuan ekonomi masyarakat yang saat ini tengah lesu.
Menurutnya, menurunnya tingkat ekonomi masyarakat dikarenakan beberapa faktor, di antaranya dampak dari perusahaan-perusahaan yang melakukan pengurangan atau melakukan PHK terhadap karyawannya, dan ini juga berimbas terhadap peningkatan pengangguran di daerah ini.
Selain itu, karena anjloknya harga jual komoditi-komoditi andalan Kabupaten Barito Utara seperti karet, rotan dan sawit, serta pada musim kemarau kemarin cukup banyak lahan pertanian dan perkebunan masyarakat yang terbakar, padahal lahan itu merupakan sumber penghasilan mereka.
“Setelah kami keliling ke desa-desa mengecek tunggakan pajak kendaraan-kendaraan masyarakat, pengakuan warga keadaan ekonomi mereka sekarang menurun, bahkan ada yang mengatakan jangankan membayar pajak kendaraan, untuk membeli beras saja sekarang hanya mampu per kilogram karena tidak ada uang,” beber Supardi Alang, baru-baru ini.
Selain itu, penyebab banyaknya tunggakan pajak kendaraan bermotor hingga mencapai 14 ribu unit juga disebabkan karena banyak kendaraan kredit yang ditarik oleh diler, lantaran warga tidak bisa membayar angsuran kreditnya.
“Kita dalam hal ini akan tetap melakukan pelayanan keliling ke desa-desa yang jauh dari Kota Muara Teweh untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraannya, karena untuk sebagian desa-desa seperti di Kecamatan Gunung Purei karena jarak yang terlalu jauh, dan perbandingan biaya mereka datang ke Muara Teweh lebih besar dari biaya mereka membayar pajak,” pungkasnya.
(DN/B-5)



