PENYAKIT diare mulai me­nye­­rang warga Kelurahan Me­n­dawai, Kecamatan Suka­mara, Kabupaten Sukamara.Tidak hanya anak-anak, pe­­nyakit yang disebabkan po­­la makan dan kebersih­an lingkungan itu turut menye­rang orang dewasa. Seper­ti yang diungkapkan Yana, war­ga Jalan Setia Yakin, Ke­lu­­rahan Mendawai, Rabu (17/2/2016).


“Kerabat saya sudah ada yang terserang diare bebera­pa hari ini. Saat dia buang air besar (BAB) yang keluar ha­nya lendir,” ungkapnya.


Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Masalah Ke­­sehatan (PMK) Dinas Kesehat­an Sukamara Ahmad Darsoni, mengatakan bahwa diare bia­sanya melanda jelang ak­hir musim penghujan. Hal itu disebabkan pola makan dan lingkungan yang kurang ber­sih.


Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Su­kamara untuk selalu men­ja­ga kebersihan lingkungan, ter­utama di sekitar tempat ting­gal.

“Penyakit ini muncul ber­kaitan dengan masalah ling­kungan. Itu sebabnya ka­mi selalu mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan di musim penghujan se­perti ini,” kata Darsoni.


Ia melanjutkan, sejauh ini pe­nyakit diare yang menye­rang warga Ke­lurahan Men­da­wai masih dalam batas ke­wajaran. Belum masuk pa­da kategori serius. Namun bi­la diare telah mewabah, pi­­haknya siap melakukan pe­­­nanganan khusus dengan lang­­sung terjun ke lapang­an melaksanakan pemeriksaan.


Darsoni turut pula mengimbau masyarakat agar melakukan pemeriksan kesehatan di tempat pelayanan yang lang­sung dipantau Dinas Ke­sehatan.

Sehingga bila ada ka­­sus kesehatan yang masuk ketegori menghawatirkan, pi­haknya akan me­nerima la­poran. Dengan begitu, Dinas Ke­sehatan bisa segera meng­ambil penindakan.


“Selama ini masyarakat ki­ta lebih banyak berobat ke tem­pat praktik umum. Se­hing­ga bila ada serangan pe­nya­kit yang mengawatirkan, Dinas Kesehatan tidak dapat m­engetahui karena tidak ada laporannya,” kata dia.


Dinas Kesehatan sebenar­nya telah mengimbau semua tem­pat praktik kesehatan swasta untuk membuat lapor­an. Namun tidak semua mematuhinya. (MG13/B-3)