Pemadaman listrik bergilir di Pangkalan Bun masih akan terjadi hingga tiga pekan ke depan. Ini berdasarkan estimasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun
Untuk menutup defisit daya 5 MW, PLN berencana akan mendatangkan genset dari Palangka Raya dan Sampit. Tahap pertama genset akan ditempatkan di PLTD Kumai dengan daya 3 MW. Sedangkan tahap kedua di pembangkit Pangkalan Banteng sebesar 2 MW.
"Hitung-hitungan kita, tiga minggu ke depan sudah datang genset untuk tambahan daya 5 MW. Kalau sudah operasional maka pemadaman tidak ada lagi," kata Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto saat melakukan kunjungan bersama Komisi B DPRD Kobar, tokoh masyarakat, LSM dan perguruan tinggi (PT) ke PLTU PT EEI Kumai, Selasa (23/2/2016).
Purwanto juga menjelaskan, setelah sempat drop dua mesin turbin PLTU, sejak Sabtu (17/2/2016) unit 2 sudah mulai beroperasi kembali. Hal ini akan disusul dengan beroperasinya unit 1 turbin PLTU.
Dengan beroperasinya kembali turbin di PLTU PT EEI Kumai serta kembali beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLTBM) PT Korintiga Hutani (KTH), maka jadwal pemadaman yang selama ini dikeluhkan oleh 60.019 pelanggan yang mencakup Kabupaten Kobar, Sukamara, sebagian Lamandau dan Seruyan, menjadi lebih pendek waktunya.
"Ini saya baru dapat progres dari KTH mereka sudah beroperasi hingga saat ini sudah memasok 2,5 MW dan ini akan terus meningkat hingga mampu memasok daya hingga 5 MW," kata Purwanto.
Artinya, dengan beroperasinya unit 1 dan 2 turbin PLTU, pasokan daya sudah kembali normal. Plus pasokan daya dari PLTBM KTH. Saat ini daya mampu pembangkit dari PLN 5,9 MW, KTH 2,0 MW, PLTU Kumai 3,5 MW, sewa Kaltimex 5 MW, sewa Pasifik 4 MW.
Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sutiyana mengungkapkan, sebetulnya PLN sudah mengetahui beberapa kebutuhan listrik pelanggan di beberapa wilayahnya. Seharusnya dengan pasokan daya dari KTH dan PLTU PT EEI sudah bisa mengantisipasi defisit daya, termasuk masalah kekurangan bahan bakarnya. Jadi pemadaman terkait dengan defisit daya tidak perlu terjadi.
"Mereka kan (PLN) bisa kalkulasikan dan mengantisipasi dan mengerti apa yang harus dilakukan, pemadaman ini sudah terus terjadi berulang-ulang kali," kata Sutiyana
Ia menegaskan, apabila hingga tiga pekan ke depan paska tambahan daya 5 MW yang sudah beroperasi namun masih terjadi pemadaman, maka sepertinya layak untuk di gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kobar.
"Bisa saja itu kita lakukan apabila 5 MW ini sudah operasi tetapi pemadaman tetap terjadi," kata Sutiyana. (KOKO SULISTYO/m)





