Suasana haru menyelimuti pemakaman almarhum Dahlan Ismail, warga Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, yang meninggal dunia ketika menghidupkan mesin genset saat listrik padam pada Selasa (23/2/2016).
Jenazah pemilik warung makan di Bundaran Monyet ini dimakamkan di pemakaman umum Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ratusan keluarga dan kerabat serta tetangga turut mengantarkan almarhum Dahlan ke peristirahatan terakhir.
Menurut keterangan pihak keluarga dan tetangga meninggalnya Dahlan terjadi saat PLN memadamkan aluran listrik di wilayah Kumai. Untuk menerangi rumahnya sekaligus tempat usahanya Dahlan menghidupkan genset miliknya.
Tidak berselang lama rupanya baham bakar minyak gensetnya hampir habis dan Dahlan berinisiatif untuk menambah BBM gensetnya.
Namun saat mengisi BBM, Dahlan tidak mematikan mesin. Akibatnya percikan BBM mengenai menyambar busi genset sehingga menimbulkan semburan api.
Semburan tersebut mengejutkan Dahlan, ia terjatuh dan tidak sadarkan diri akibat kaget.
Oleh keluarga, korban dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan, akan tetapi takdir berkata lain, korban menghembuskan nafas terakhir saat masih di perjalanan menuju rumah sakit.
Meski ikhlas dengan kepergian almarhum, pihak keluarga dan warga sangat menyayangkan pemadaman yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Sebab dengan pemadaman terjadi banyak aktifitas warga yang terganggu.
"Kami sangat menyayangkan seringnya terjadi pemadaman, aktivitas belajar anak-anak, ekonomi dan sosial. Ini permasalahan kompleks belum lagi efek keamanan dan bahaya dari dampak pemadaman ini," kata Rois, warga sekitar. (KOKO SULISTYO/m).





