PEMERINTAH Kabupaten Kotim akan melaksanakan tes urine terhadap seluruh pegawainya.
Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri mengatakan, tes akan dilakukan kepada seluruh pegawai tanpa terkecuali. Pelaksanaannya akan dilakukan sesegera mungkin.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menekan peredaran narkoba.
“Memang rencananya ada tes urine untuk PNS lingkungan Pemkab Kotim, ini sudah diprogramkan oleh pak bupati. Pelaksanaannya kapan, akan kami koordinasikan dengan polres dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK),” kata dia, Kamis (25/2/2016).
Sebagai aparatur pemerintahan, ia juga menambahkan PNS harus mampu memberikan teladan dan contoh yang baik kepada masyarakat. Jika pegawai pemerintah memakai narkoba, tentunya menurut Taufiq hal itu merupakan preseden buruk.
“Tentu akan ada sanksi tegas menurut jenjang PNS. Bisa dicopot dari jabatannya, penundaan kenaikan pangkat, ataupun penurunan pangkat. Dilihat kasus yang terbukti dilakukan mereka (PNS),” jelas dia.
Pencegahan
Lebih lanjut Taufiq mengatakan, tak hanya mengadakan tes urine, pengawasan terhadap PNS pun akan ditingkatkan sebagai bentuk pencegahan agar PNS tidak terlibat sebagai pemakai narkoba. Pengawasan akan dilakukan bertingkat, sesuai dengan eselon PNS.
Disinggung mengenai adanya laporan ke bupati maupun wakil bupati terkait PNS yang menggunakan narkoba, Taufiq tidak membantah hal ini.
“Kami memang mendapat laporan, tetapi untuk membuktikan belum. Ini sekaligus menjadi peringatan bagi PNS agar menjauhi narkoba,” kata dia.
(RF/B-7)




