INTENSITAS hujan yang cukup besar sepekan belakangan, membuat sejumlah titik di jalur darat Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), sulit dilalui kendaraan. Di ruas jalan itu, sedikitnya ada dua titik yang tergenang air cukup dalam.


Salah seorang pengguna jalan, Agus menuturkan, sejak Rabu (24/2) hingga Kamis (25/2) sore, jalan Pangkalan Bun-Kolam kebajiran dan tidak bisa dilewati kendaraan. Terdapat dua titik di jalan itu yang sulit dilalui. Titik pertama, di antara Jembatan Sungai Lamandau dan jembatan layang atau pile slab di daerah Danau Masorayan.  


Di titik ini, kendaraan masih bisa melintas, karena terdapat jembatan titian kayu yang dibuat kelompok masyarakat. “Kalau mobil bisa lewat menggunakan jembatan portal, bayar Rp10 ribu. Kalau sepeda motor, seikhlasnya saja,” terang Agus, Kamis (25/2).


Titik kedua, lanjut Agus, letaknya tak jauh dari jalan layang atau pile slab, di sekitar daerah Danau Masorayan. Lebih tepatnya, di dekat bekas bangunan camp tempat tinggal para pekerja proyek pembangunan pile slab.

“Panjangnya kurang lebih 100 meter. Mobil dan sepeda motor tidak bisa lewat, karena jembatan portal tenggelam. Kecuali, mobil dobel gardan.”


Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kobar, Agus Yuwono mengatakan, pihaknya akan mulai menimbun titik-titik banjir di jalan itu setelah cuaca memungkinkan. Anggaran yang akan digelontorkan membiayai peningkatan pembangunan jalan itu tahun 2016 ini sebesar sekitar Rp20 miliar. (RD/B-2)