DATA panen tanaman komoditas unggulan menunjukkan, ketahanan pangan Kalimantan Tengah (Kalteng) merosot.
Hal ini ditandai dengan penurunan produksi padi pada 2015, yang menurut Angka Sementara (Asem) diperkirakan sebesar 891.805 ton gabah kering giling (GKG), turun 26.853 ton (-2,92%) dibanding produksi Angka Ramalan (Aram) semester II/2015 yang sebesar 918.658 ton.
“Penurunan ini terjadi karena perkiraan luas panen pada Aram II/2015 sebesar 262.252 hektare (ha) hanya dapat tercapai sebanyak 254.320 hektare (-3,02%) pada Asem 2015. Sedangkan produktivitas (KU/Ha) tidak mengalami perubahan signifikan, hanya meningkat 0,04 Ku/Ha (0,10%) dari perkiraan sebesar 35,03 Ku/Ha menjadi 35,07 Ku/Ha,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Sukardi, di Palangka Raya, Selasa (1/3/2016).
Dibandingkan dengan produksi 2014 yang sebesar 838.207 ton, lanjut dia, maka Asem produksi padi pada 2015 naik 53.598 ton (6,39%). Kenaikan ini terjadi karena peningkatan luas panen dan produktivitas sebesar 11.832 ha (4,88%) dan 0,50 Ku/Ha (1,44%).
Sedangkan dibandingkan secara nasional, produksi padi pada 2015 (Asem) diperkirakan sebesar 75.361.248 ton, naik 369.460 ton (0,49%) dibanding Aram II/2015 yang sebesar 74.991.788 ton.
Kenaikan ini terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 0,50 Ku/Ha atau 0,95%, sedangkan luas panen mengalami penurunan sebesar 62.697 hektar (-0,44 %) dari 14.178.172 hektar menjadi 14.115.475 hektar.
Jagung dan kedelai
Produksi jagung Kalteng 2015 (Asem) juga turun. Angka produksi diperkirakan sebesar 8.186 ton pipilan kering, turun 986 ton (-10,75 %) dibanding produksi Aram II/2015 yang sebesar 9.172 ton.
Itu terjadi karena perkiraan luas panen sebesar 2.814 ha pada Aram II/2015 hanya dapat dicapai 2.506 ha (-10,95 %) pada Asem 2015. Sedangkan produktivitas meningkat sebanyak 0,08 Ku/Ha (0,23%) dari 32,59 Ku/Ha menjadi 32,67 Ku/Ha.
Secara nasional, produksi jagung juga turun, diperkirakan sebesar turun 221.585 ton (-1,12%). Ini akibat penurunan pada luas panen.
Begitu juga untuk produksi kedelai. Pada 2015, diperkirakan sebesar 1.261 ton biji kering (Asem), turun 108 ton (-7,89%) dibanding produksi Aran II/2015 yang sebesar 1.369 ton.
“Penurunan ini dikarenakan luas panen pada Asem 2015 seluas 1.051 ha, sedangkan pada ARAM II/2015 diperkirakan akan panen 1.141 ha, sehingga ada perkiraan tambahan luas panen kedelai yang tidak dapat tercapai sebanyak 90 Ha (-7,89%). Sedangkan produktivitas tidak mengalami peningkatan,” terang Sukardi.
Secara nasional, produksi kedelai 2015 (Asem) diperkirakan sebesar 963.099 ton, turun 19.868 ton (-2,02%) dibanding produksi Aran II/2015 yang sebesar 982.967 ton. Ini terjadi karena adanya penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing sebesar 10.963 Ha (-1,75%) dan 0,04 Ku/Ha (-0,25 %). (Muchlas Rozikin
/ B-1)








