BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah seorang Vaksinator Rabies Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya Agung Priantoko menemukan fakta bahwa ternyata tidak sedikit masyarakat Kota Cantik yang memelihara anjing dan kucing tidak dalam jumlah kecil, bahkan sampai puluhan ekor.
"Di beberapa wilayah saya temukan banyak masyarakat yang memelihara anjing dan kucing. Rata-rata masyarakat yang saya temui minimal memiliki 2 ekor anjing, bahkan ada yang memiliki anjing dan kucing dalam pemeliharaan yang sama," kata Agung kepada Borneonews pada Minggu, 26 Februari 2023.
Agung yang menceritakan suka dukanya selama menjadi kader vaksinasi sejak tahun 2018 lalu ini menuturkan bahwa meski banyak memelihara, tidak jarang juga masyarakat yang tidak memahami lima prinsip kesejahteraan hewan dalam merawat hewan peliharaannya.
Menurutnya, kebanyakan hewan peliharaan di Kota Palangka Raya hanya sekadar hidup dan dilepasliarkan begitu saja. Beberapa yang dianggap galak memang dikurung di kandang atau bahkan dirantai. Namun yang dianggap jinak malah dibiarkan berkeliaran di komplek perumahan.
"Yang dikandang atau diikat tidak terlalu menjadi masalah. Namun yang dilepasliarkan ini yang rentan virus rabies karena berkelahi dengan anjing lain yang mungkin saja sudah terjangkit rabies. Makanya yang dilepasliarkan ini setelah diberikan vaksin rabies akan diberikan kalung oranye, penanda bahwa dia sudah divaksin," jelasnya.
--page
Sementara itu Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa program pemberian vaksin rabies di Kota Palangka Raya kepada hewan penular rabies arau HPR seperti anjing, kucing, kera dan musang terus berlanjut di tahun 2023 ini.
"Masih terus lanjut. Sebenarnya kan memang vaksin rabies ini diberikan setahun sekali. Tapi selain itu juga banyak yang belum tercover tahun lalu. Ini karena kader vaksinasi di Kota Cantik masih sangat sedikit sehingga kesulitan mengcover tingginya permintaan vaksin rabies dari masyarakat," kata drh Eko. (TESTI PRISCILLA/H)









