BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengingatkan masyarakat pengguna keuangan digital untuk selalu teliti dan berhati-hati karena ada banyak sekali kejahatan digital yang terjadi.
"Agar tidak tertipu dan menjadi korban kejahatan keuangan digital, ingat selalu tips 3J yaitu Jangan pernah berikan, Jangan lupa cek, dan Jangan mudah percaya," kata Otto pada Senin, 27 Februari 2023.
Tips 3J ini menurut Otto harus diingat dan selalu diterapkan dalam setiap transaksi.
"Pertama, jangan pernah berikan password, PIN dan OTP. Petugas bank atau penyelenggara uang elektronik berbasis server tidak pernah meminta hal-hal itu. Sehingga jangan berikan data tersebut dengan alasan apapun. Petugas biasanya hanya akan meminta data pribadi untuk verifikasi data jika diperlukan," tutur Otto.
Kedua, lanjutnya, yakni jangan lupa cek. Abaikan jika Anda menerima pemberitahuan melalui SMS atau email yang meminta Anda membuka link untuk mengisi data pribadi.
"Cek terlebih dahulu informasi yang diterima itu melalui Call Center resmi penyelenggara layanan keuangan digital. Itu tim kedua," jelas Otto lagi.
--page
Ketiga, jangan mudah percaya. Menurut Otto ialah agar masyarakat waspada terhadap banyaknya penawaran dari pihak yang mengatasnamakan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital. Pastikan sudah memeriksa kebenaran informasi melalui kanal media sosial atau website resmi bank atau penyelenggara uang elektronik berbasis server.
"Pastikan selalu untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan memilih layanan keuangan digital yang terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia dan OJK," tegas Otto. (TESTI PRISCILLA/Y)









