PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Jika berkunjung ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), rasanya kurang lengkap jika belum mencicipi beragam makanan khas unggulan daerahnya. Diantaranya seperti, Kalumpe, Sulur Keladi Katuk Telur, Ikan Jelawat Bakar, Juhu Umbut Sawit, Juhu Umbut Rotan, Kenta, Terong Mapuy, Juhu Kujang, Keripik Kalakai dan Wadi.

Selain harganya yang relatif murah, untuk mendapatkannya pun tidak sulit. Banyak pelaku usaha yang mempromosikan makanan khas olahannya agar laris terjual di berbagai akun media sosial (medsos).

Nor Hatimah (29) salah satu pelaku usaha penjual ikan samu di Kota Cantik Palangka Raya, yang turut memasarkan hasil olahannya di beberapa media sosial sejak tahun 2016. 

Dijelaskanya, Iwak Pakasam atau Iwak Samu adalah salah satu olahan ikan yang diawetkan dengan cara fermentasi.

Sehingga dapat dikonsumsi dengan jangka waktu yang cukup lama. Adapun ikan yang biasanya digunakan untuk pakasam atau samu, seperti Patin, Seluang, Haruan (Gabus), Pepuyu (Betok), dan Sepat.

--page

Cara pengolahannya pun cukup mudah, Pertama-tama bersihkan ikan sembari dilumuri dengan garam dan diamkan beberapa saat.

Setelah garam dirasa mulai meresap, selanjutnya ikan dilumuri dengan, janar (kunyit), beras ketan yang sudah disangrai dan ditumbuk terlebih dahulu.

Kemudian disimpan dan didiamkan sampai dengan beberapa hari sebelum dikonsumsi.

“Ikan pakasam atau samu yang disimpan dengan baik, mampu bertahan hingga satu bulan. Selain itu, jika disajikan dengan menu apapun sangat pas," Katanya Rabu, 1 Maret 2023

Saat proses pengolahan Hatimah selalu memperhatikan kebersihan dan kehigienisannya, sehingga ikan samu dikemas dengan rapat dan rapi. Dalam 1 minggu, Nor Hatimah bisa mengolah ikan samu sampai dengan 35 kilogram (KG)

--page

Meski pemasaran belum mencapai luar daerah, ia tetap bersukur masih ada pelanggan yang datang, baik langsung maupun via Whatsapp karena merasa cocok dengan olahan yang dibuatnya.

“Jika ada warga yang berkenan ingin mencoba ikan sungai basamu’Majua’, bisa memesan di no 0823 5048 4485, kami bisa mengantarnya ke alamat tujuan untuk seputar Kota Palangka Raya,” tuturnya.

Wanita yang akrab di sapa mama Najwa ini mengungkapkan, dirinya menekuni bisnis ini bermodalkan resep bumbu turun temurun dari orang tuanya yang diklaim selain bisa memanjakan lidah pecinta kuliner.

Tentunya juga tampilan kemasan dari ikan basamu ini dikemas secara modern, dari inovasi menggunakan kemasan modern ibu dari dua anak ini berharap produknya bisa diminati baik tua maupun muda.

Proses pembuatan ikan basamu sendiri dari ikan fresh hingga siap packing memakan waktu satu hari fermentasi, dimana wanita kelahiran Basarang ini dalam kurun waktu sebulan bisa menghasilkan omset hingga 2,4 juta.

--page

Dengan rincian sekali pengolahan dengan bahan baku 16 Kilo Gram (KG) ikan bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 300.000, dimana dalam satu bulannya bisa melakukan produksi sebanyak delapan kali.

Untuk daerah pemasaran sendiri awalnya lokalan hanya di Kota Palangka Raya saja, namun saat ini sudah mencoba mengepakkan sayap ke Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Saat ini masih produksi rumahan di rumah sendiri dan saat ini masih belum ada karyawan hanya saja saya dibantu oleh suami saya dalam hal pengolahan hingga pengemasan," jelas Hatimah.

Dikatakannya, sebelum memulai usaha basamu ini dirinya pernah mencoba kedai bakaran karena kurang cocok dan kurang menghasilkan. Suami menyarankan untuk memulai bisnis ikan basamu dengan resep turun temurun.

Yang Alhamdulillahnya untuk produk ikan basamu siap goreng menjadi produk terlaris saat ini, sedangkan untuk produk ikan patin basamu yang siap saji saat ini masih agak kurang peminat nya.

--page

"Pengalaman unik ga ada sih tapi, seneng aja pagi - pagi buta bersama suami ke pasar untuk mencari bahan baku ikan basamu selain itu dalam proses pengemasan hingga pengantaran pesanan di bantu suami," pungkasnya. (PATHUR/H)