MARAKNYA peredaran narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat seluruh anggota Polres Kotim di tes urin, Minggu (6/3/2016).
Hal itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan, sehingga peredaran narkoba tidak masuk atau di konsumsi oleh para anggota yang bertugas di wilayah hukum Polres Kotim tersebut. Namun setelah dilakukan tes, tidak ada satupun anggota yang positif menggunakan barang haram yang saat ini menjadi prioritas penindakan dan pencegahan polri. Total anggota Polres Kotim ada ratusan orang.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Narkoba AKP Wahyu Edi P menyatakan apa yang dilakukan ini sebagai upaya pencegahan dan pendeteksi dini terhadap peredaran narkoba dijajaran anggota Polri. Sehingga sebelum melakukan tindakan terhadap masyarakat, tentunya di dalam institusi Polri juga harus bersih dahulu. Setelah dipastikan semuanya aman dan tidak ada yang terlibat menggunakan atau sebagai pengedar, baru penindakan terhadap masyarakat dilakukan.
“Kami ingin dengan adanya tes urine ini, seluruh jajaran maupun anggota Polres Kotim bebas dari narkoba. Untuk apa kami menindak masyarakat kalau di dalam sendiri masih banyak yang menggunakan barang haram tersebut,” ujar Wahyu.
Mereka bersyukur sejak dilakukan tes urine, tidak ditemukan anggota yang menggunakan narkoba. Meskipun ada beberapa anggota yang sampai saat ini menjadi perhatian khusus karena pada saat di tes urine sebelumnya terbukti positif menggunakan narkoba. Namun saat ini sudah dilakukan pembinaan serta pemeriksaan secara intensif oleh Propam.
“Kami juga tegas dalam melakukan tindakan khususnya para anggota yang terlibat maupun menggunakan narkoba. Dan itu pimpinan yang langsung memberikan tindakan maupun proses hukumnya,” ungkap Wahyu. (MH/B-7)
Hal itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan, sehingga peredaran narkoba tidak masuk atau di konsumsi oleh para anggota yang bertugas di wilayah hukum Polres Kotim tersebut. Namun setelah dilakukan tes, tidak ada satupun anggota yang positif menggunakan barang haram yang saat ini menjadi prioritas penindakan dan pencegahan polri. Total anggota Polres Kotim ada ratusan orang.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Narkoba AKP Wahyu Edi P menyatakan apa yang dilakukan ini sebagai upaya pencegahan dan pendeteksi dini terhadap peredaran narkoba dijajaran anggota Polri. Sehingga sebelum melakukan tindakan terhadap masyarakat, tentunya di dalam institusi Polri juga harus bersih dahulu. Setelah dipastikan semuanya aman dan tidak ada yang terlibat menggunakan atau sebagai pengedar, baru penindakan terhadap masyarakat dilakukan.
“Kami ingin dengan adanya tes urine ini, seluruh jajaran maupun anggota Polres Kotim bebas dari narkoba. Untuk apa kami menindak masyarakat kalau di dalam sendiri masih banyak yang menggunakan barang haram tersebut,” ujar Wahyu.
Mereka bersyukur sejak dilakukan tes urine, tidak ditemukan anggota yang menggunakan narkoba. Meskipun ada beberapa anggota yang sampai saat ini menjadi perhatian khusus karena pada saat di tes urine sebelumnya terbukti positif menggunakan narkoba. Namun saat ini sudah dilakukan pembinaan serta pemeriksaan secara intensif oleh Propam.
“Kami juga tegas dalam melakukan tindakan khususnya para anggota yang terlibat maupun menggunakan narkoba. Dan itu pimpinan yang langsung memberikan tindakan maupun proses hukumnya,” ungkap Wahyu. (MH/B-7)




