BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebanyak Rp2,64 triliun untuk memenuhi kebutuhan Kalimantan Tengah selama Ramadan dan Idul Fitri.
"Langkah antisipatif penyediaan uang tunai tersebut meningkat 7,08 persen, dibandingkan momentum yang sama di tahun 2022 yang sebesar Rp2,46 triliun," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh dalam kegiatan Temu Media di Gedung BI Kalteng pada Rabu, 5 April 2023 sore.
Taufik Saleh menengarai meningkatnya permintaan uang yang menunjukkan aktivitas ekonomi terus tumbuh. Permintaan uang pada momentum Ramadan/Idul Fitri dalam masa pandemi Covid-19 sempat menurun, dengan realisasi terendah di puncak pandemi tahun 2020, di mana jumlah outflow turun menjadi sebesar Rp1,56 triliun.
"Kondisi ini tercermin dari Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK pada Maret 2023 sebesar 125,92 atau berada level optimis," bebernya.
IKK ini juga menurutnya meningkat dibandingkan Februari 2023 yang tercatat 125,67, serta tahun sebelumnya yang pada Maret 2022 sebesar 120,58. Kalimantan Tengah sempat mencatat IKK sebesar 79,97 atau berada di level pesimistik pada masa pandemi di triwulan II-2020, ketika pembatasan mobilitas masyarakat. diberlakukan.
--page
"Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga mengalami peningkatan, tercermin dari IKE atau Indeks Kondisi Ekonomi saat ini pada Maret 2023 sebesar 120,33 atau meningkat dibandingkan Februari 2023 yang mencapai 118,17. Meningkatnya IKE didukung oleh keyakinan konsumen akan meningkatnya penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu," bebernya.
Hal ini kata Taufik berkaitan dengan membaiknya ekonomi Kalimantan Tengah. Kondisi ini antara lain juga tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit perbankan yang terus meningkat.
"Secara total, penyaluran kredit bank umum di Kalimantan Tengah pada Februari 2023 sebesar Rp68,97 triliun atau meningkat 10,17 persen, lebih tinggi dibandingkan Februari 2022 yang meningkat sebesar 5,95 persen," jelas Taufik Saleh. (TESTI PRISCILLA/H)









