REKONSTRUKSI atau reka ulang kasus pembunuhan yang dilakukan Jerry (30 tahun), warga Majangkan, Kecamatan Gunung Timang, Barito Utara, terhadap Rahmadi alias Amat Gunung, yand dijadwakan Senin (14/3/2016) kemarin terpaksa ditunda.
Menurut Kapolres Barito Utara AKBP Nurhadono melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz Septiadi, rekontruksi ditunda karena sejumlah saksi dari keluarga korban tidak hadir, sehingga jaksa Nakli S Lasut meminta menunda acara tersebut. “Belum tahu alasan ketidakhadiran saksi-saksi tersebut,” tandas Aziz, Senin (14/3/2016).
Kasus itu sendiri terjadi di lokasi judi Wara, Km 7 Dusun Parangkampeng, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah. Pasca insiden itu kini di dusun tersebut mendadak sunyi.
Rahmadi, bandar judi, warga asal Kalsel, tewas setelah berkelahi menggunakan senjata tajam dengan Jerry, karena berebut lapak.
Segera ungkap
Sementara itu, anggota DPRD Barut Abri mendorong polisi agar tegas dan sigap dalam mengungkap berbagai kasus tindak kriminalitas, terutama kasus pembunuhan.
“Seperti dua kasus pembunuhan yang sampai saat ini belum terungkap motif dan pelaku pembunuhnya, yakni kasus kematian Rahimah (21), karyawan koperasi di Muara Teweh, dan kasus pembunuhan kakah beradik Raji (8) dan Lesti (2) di Bintang Ninggi,” kata Abri, Senin (14/3/2016).
Polisi, imbuh Abri, harus bisa mengungkap pelaku di balik kasus tersebut sehingga pertanyaan dan keresahan warga segera terjawab.
“Kami dukung dalam pe-ngungkapan kasus tersebut, sehingga pelaku dan motif pembunuhan tersebut dapat terungkap.”
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Barito Utara, AKBP Nurhandono SIK melalui Waka Polres Kompol Bagus Setiawan menyatakan, dua kasus tersebut dalam penyelidikan. “Yang mana saat ini kami masih berupaya keras mencari pelaku pembunuhan pada dua kasus tersebut,” kilahnya, Senin (14/3/2016).
Bagus minta semua pihak bekerjasama dalam pengungkapan kasus tersebut sehingga.
“Untuk membantu kelancaran tugas kepolisian dalam hal penanganan kasus tersebut. Jadi dalam hal ini agar dapat kiranya bersama-sama mengimbau masyarakat supaya tidak terpancing informasi yang menyesatkan. Kami butuh informasi terkait hal ini,” katanya. (DN/B-5)




