BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah seorang pedagang sembako di Pasar Rajawali Palangka Raya Yulia mengatakan bahwa kenaikan harga beras saat ini disinyalir karena banyak faktor.
Tetapi faktor yang paling mempengaruhi yakni banyak petani yang gagal panen lantaran kebanjiran di luar daerah tempat asal beras yang ia pesan.
"Banjir tahun lalu, jadi hasil panennya buruk. Di Kalampangan itu juga banyak yang gagal panen," ungkap Yulia pada Sabtu, 8 April 2023.
Yulia menambahkan, harga bawang juga ikut naik lantaran gelombang tinggi di laut yang membuat sedikit kapal yang berani berlayar membawa bahan pokok.
"Bawang ini dari Jawa semua, saya ngambilnya di Banjar. Nah di sana stoknya juga terbatas makanya harganya naik," katanya.
--page
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah atau BI Kalteng, Taufik Saleh menyampaikan bahwa sesuai rilis BPS inflasi pada Maret 2023 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau seiring meningkatnya harga yakni beras, cabai rawit, ikan tongkol, ikan gabus dan rokok kretek filter.
"Peningkatan harga beras diantaranya berkaitan dengan penetapan kenaikan harga beli gabah dan HET beras oleh Pemerintah, merespon terus meningkatnya biaya input yang tercermin Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM," bebernya. (TESTI PRISCILLA/H)









