BORNEONEWS, Sampit - Kepolisian resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) masih selidiki 6 kasus temuan mayat dengan tidak wajar di wilayah Kabupaten Kotim.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kotim AKBP Sarpani. Dirinya menjelaskan kalau mereka terus melakukan penyelidikan dan akan berusaha mengungkap kasus temuan mayat yang beberapa kali terjadi di Kotim
"Dari temuan ke enam mayat, beberapa ada indikasi bisa dikatakan bukan pembunuhan tapi bisa kecelakaan kerja dan indikasi penyakit bawaan," kata Sarpani, Minggu, 16 April 2023.
Dia memberi contoh seperti di Sebabi yang kebanyakan terindikasi karena kecelakaan dan juga penyakit. Hasil autopsi waktu itu juga menunjukkan bahwa korban tidak ada tanda-tanda kekerasan, meski begitu pihak kepolisian masih tidak percaya seratus persen.
"Ini yang terbaru temuan mayat di cempaga hulu, menurut tanda-tanda kekerasan yang ada itu masih menunggu hasil autopsi," ungkapnya
Menurutnya, hasil autopsi itupun masih belum bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap hilang nya nyawa, karena itu pihak kepolisian masih menyelidiki lagi.
--page
"Hasil autopsi masih belum memberikan kontribusi besar, jadi kita masih menyelidiki lagi, karena fakta-fakta yang lain masih belum bisa mendukung kearah tindak pidana kehilangan nyawa," jelasnya.
Bahkan dirinya juga menegaskan ada beberapa kasus temuan mayat pada tahun 2022 yakni yang di temukan di pelita barat, taman kota, dan juga di wilayah setiruk.
Meski demikian, kasus tersebut tergolong lama. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan. Namun, karena minim saksi dan juga barang bukti sehingga membuat kesulitan untuk melakukan proses penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan, namun itu terkendala minimnya saksi dan juga barang bukti di sekitar TKP. Namun kita tidak menyerah kasus seperti ini berbeda dengan pembunuhan sesaat setelah kejadian langsung di laporkan seperti di losmen," pungkasnya. (BUDDI RAHMAT H/Y)









