BORNEONEWS, Sampit - Warga Jalan Pelita Barat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor anak orangutan peliharaan bernama Jesika kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit.
“Anak orangutan yang kami beri nama Jesika ini ditemukan oleh teman saya Edi. Dia menemukannya di kebun sedang dikejar anjing. Dia membawanya pulang dan dikasih ke saya untuk dipelihara,” kata Suyono, bapak asuh orangutan bernama Jesika itu, Rabu (16/3/2016).
‘
Suyono bercerita, saat ditemukan oleh kawannya, primata dilindungi bersama induknya berkelahi dengan anjing di areal perkebunan KM 14 Jalan Jenderal Sudirman Sampit-Pangkalan Bun. Induknya terus dikejar anjing lalu pergi. Sedangkan si Jesika yang diketahui berusia sekitar tiga tahun ditinggal dan sempat digigit anjing. Akhirnya teman Suyono menyelamatkan dan membawa pulang ke rumah untuk dipelihara.
Dia memelihara Jesika layaknya anaknya sendiri. Setiap hari dimandikan menggunakan sabun dan sampo. Namun kareena hewan itu adalah dilindungi sehingga dia dengan ikhlas menyerahkan kepada BKSDA untuk dikembalikan ke habitatnya.
“Saya pelihara sudah 40 hari, setiap hari kami beri susu, pisang, roti. Bahkan sudah disuntik antirabies dua kali di dokter. Pagi habis minum susu, mandi terus minta gendong, sudah kaya anak sendiri. Setiap hari harus ditemani, kalau tidak ada orang ngamuk terus, makanya kalau kami ke kamar dia juga ikut ke kamar. Begitu juga kalau ke dapur,” kata Suyono.
Meski dengan berat hati menyerahkan Jesika kepada BKSDA, Suyono sadaw bahwa hewan itu dilindungi dan harus dikembalikan ke habitatnya. Sehingga dia melaporkan ke BKSDA untuk menyelamatkan orangutan itu dan dikembalikan ke habitatanya.
“Namanya hewan peliharaan disayang. Walaupun hewan kami tetap sayang,” katanya.
Komandan Pos Penjagaan Bandara dan Pelabuhan BKSDA Sampit, Muriansyah, menyampaikan terima kasihnya atas kesadaran masyarakat yang bersedia menyerahkan orangutan kepada pihaknya.
“Kami meminta kalau ada orangutan yang ditemukan, tolong serahkan kepada kami. Jangan dibunuh, biar kami yang menangkap dan mengevakuasinya ke habitat aslinya di hutan. Orangutan adalah satwa yang dilindungi,” ujar Muriansyah.
Selama Januari hingga Maret 2016, tercatat sudah enam ekor hewan primate dilindungi diselamatkan oleh BKSDA Pos Sampit, di antaranya empat ekor orangutan, satu ekor beruang, dan satu ekor owa-owa.
Belakangan ini makin banyak orangutan yang merusak kebun warga untuk mencari makan karena hutan yang menjadi habitat mereka, telah rusak akibat pembukaan hutan secara besar-besaran, khususnya untuk perkebunan kelapa sawit.
Masyarakat diimbau ikut melindungi satwa langka tersebut. (RAFIUDIN/m)








