BORNEONEWS, Pangkalan Bun: ALIH-alih memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan, PLN justru sering melakukan pemadaman listrik secara bergilir di Pangkalan Bun dan sekitarnya. Alasannya pun hanya itu itu saja. Mulai dari defisit daya, monyet kesetrum dan alasan klasik lainnya. Wargapun mulai berang dengan alasan  yang disampaikan PLN. Sebab padamnya listrik secara mendadak membuat rusaknya peralatan elektronik rumah tangga maupun usaha. Melihat kondisi ini, PLN Pangkalan Bun pun kebanjiran caci maki dan juga sindiran di sosial media (sosmed). Ini dia komentar para netizen Pangkalan Bun.

"Perasaan demo kalo sifatnya hanya sporadis kayanya seperti yang sudah" tulis akun @Puguh Santoso di Facebook. "hancurkan alat elektronik rakyat secara nasional hehe," tambah dia.
@Irwan Ganteng. "Awas suhunya datang, kabur jgn ya, eh jgn ja hahaha selamat komen bung Puguh. Memang harus didemo."
@Joko Ja. "Terlalu banyak didiamkan jadinya disepelekan. Harus ada gerakan yg lebih buat.shock terafi PLN."
@Irwan Ganteng. "tryt bkn d lampung aja y pykt pln ini merajalela,emg dsr pln sialan...."
@Sri Wahyuni. "Bujur tu bang Irwan Ganteng perlu demo. Si suba lun ni lun sakit kaki lun nah jatuh gara" jln licin bnyk batu tu org si warah me aspal jln tu nah si d bujuri ny jln hbs am ni."



Sebelumnya, Sejak Jumat (11/3/2016) pekan lalu, suplai daya dari PLTU Kumai tidak maksimal sesuai kontrak kerja. Akibatnya, pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali terjadi.

Supervisor Teknis Jaringan PLN Rayon Misip Pangkalan Bun, Suprapto mengungkapkan, pasokan daya dari PLTU Kumai sejak Jumat pekan lalu hanya sekitar 7 ribu kilowatt (KW). Sesuai kontrak kerjasama PT EEI dan PLN, pasokan daya PLTU ke jaringan PLN seharusnya sebesar 10.500 KW.

Akibat kurangnya suplai daya dari PT EEI ditambah adanya perbaikan atau pemeliharaan di PLTD milik PLN di Pangkalan Bun, mengakibatkan defisit daya di Kobar bertambah.

“Produksi daya di PLTU tidak bisa maksimal. Hanya 7.000 KW saja. Sesuai kontrak kerja 10.500 MW. Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pihak PLTU. Kemudian PLTD Pangkalan Bun masih belum selesai pemeliharaan,” ungkap Suprapto, Senin (14/3/2016).

Dengan kondisi tersebut, pihak PLN terpaksa kembali memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir. Hanya saja, pemadaman listrik bergilir di Kobar kali ini tak hanya diterapkan terhadap pelanggan besar saja, melainkan juga bagi pelanggan umum.

Sesuai jadwal yang sudah disiapkan, pemadaman listrik bergilir berlaku mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Padam listrik ini berlaku sejak Jumat 11 Maret 2016, hingga kondisi daya normal kembali. (B-7)

Red: Sigit Pamungkas