BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dukungan dari ratusan netizen terus mengalir di media sosial (medsos) terkait rencana DPD KNPI Kotawaringin Barat bakal menggelar aksi demo ke DPRD Kabupaten Kobar, Kantor Bupati Kobar dan terakhir adalah kantor PLN Rayon Pangkalan Bun di Jalan Pakunegara. Saat ini DPD KNPI Kobar masih melakukan konsolidasi dengan warga Pangkalan Bun. Ini komentar dukungan netizen di media sosial (medsos):

@Zhang Eboet Moelkan Basnoe."Dukuuuuuung."
@Gian Achmad. "Lanjutkan!
@Muhammad Hafizd. "Siapkn pasukan x yg banyak."
@M Imam Nur Iman. "ngumpul di mana? wkwk."
@Jan Nata. "Berangkat..."
@Madyy Al Amin. "Ayo ayo.....jgn cuma koar2 d sosmed........kalo di biarkan PLN akan makin semena-mena."
@Teguh Anggoro Parulian. "dimana kumpulnya dan jam berapa..???
@Dewa Arya. "Mungkin sudah waktux kepala pln ganti yg baru biar listrik gk byar pet...Seandaix listrik padam bayar bulanan murah gk masalah.Ni listrik padam bayar bulanan makin bengkak kayak."
@Alabio Jingah Rabit. "Cucuk.aku sangat3 setuju kabari bila berangkat
@Dewa Arya Jngankan demo damai....Demo rusuh pun ngekor.hehehe."
@Dewa Arya. "Samping rumahku jg ada 1 anggota dewan bos. Tiap pagi main tenis di depan rumah. Kena berangkat krja jam 9 bru meluncur. Jam 12 siang sudah kembali pulang. Apa tu nyang di namakan wakil rakyat.?
Trus klo di tanya rakyat mona yg di wakili.? Hehhehhe."
@Pyur Bintang. "kabari donk.. aku ikut juga..
@Arief Gim misi yg masang TS numpang Lapak... Menyewakan Parang panjang 2 - 3 meter. mandau, sumpit, pukulan bisbool. telur busuk (ayam, bebek, puyuh, angsa) minta PM happy demo grin emotikon."


Sebelumnya, Ketua DPD KNPI Kobar, Sayid Abi Nazar, konsolidasi ini dilakukan karena masyarakat  berkeluh kesah terkait buruknya pelayanan PLN, Sehingga KNPI sebagai wadah bagi kumpulan semua pemuda di Kobar perlu mengambil sikap.

Lanjut dia, akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi korban jiwa sudah jatuh, korban terakhir adalah warga Tempurung, yang meninggal, Rabu (16/3/2016) dinihari, korban tersengat arus listrik saat mematikan genset.
"Dan korban ini bukan yang pertama, beberapa waktu lalu juga terjadi di Kumai," kata Said saat dikonfirmasi Borneonews, Kamis (17/3/2016).

Ia menegaskan, aksi demo yang akan dilaksanakan pada Senin depan ini adalah akumulasi kekecewaan masyarakat Kabupaten Kobar. Rencananya ada beberapa titik yang bakal disambangi yakni, DPRD Kabupaten Kobar, Kantor Bupati Kobar dan terakhir adalah kantor PLN Rayon Pangkalan Bun di Jalan Pakunegara.
" Yang paling bertanggung jawab terhadap hal ini adalah pemerintah daerah dan DPRD sebagai wakil rakyat juga harus bersikap tegas."

Red: Sigit Pamungkas