KEPOLISIAN Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya membakar lahan. 


Langkah pencegahan dini itu dilakukan dengan cara menyosialisasikan dan mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan di musim kemarau. 


Upaya tersebut akan efektik jika masyarakat patuh. Sehingga bencana kabut asap yang terjadi pada tahun lalu bisa diantisipasi tahun ini.


“Selain sosialisasi, kami juga membagikan ratusan sepatu boot untuk anggota. Hal itu dilakukan agar nantinya anggota yang bertugas bisa lebih leluasa dalam (membantu) memadamkan api di lahan-lahan yang terbakar,” kata Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan. 


Selain memberikan sepatu boot, Hendra juga membagikan cangkul, sebagai alat bantu menahan api agar tidak menjalar ke lahan lain.


Dalam setiap tahunnya, di Kotim sendiri seakan sudah terjadwal terjadinya kebakaran lahan. 


Hal itulah yang menjadi perhatian polisi, karena yang harus dilakukan oleh mereka bukan hanya penindakan saja, namun juga langkah preventif agar tidak terjadi kebakaran lahan.


“Tahun 2015 lalu, ada lima orang yang kami tetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. Namun hal itu dirasa tidak cukup, dan harus ada pemahaman yang mendalam akan dampak kebakaran lahan terhadap masyarakat,” pungkas dia.(ANT/B-11)