BORNEONEWS, Pangkalan Bun: Sebuah akun di Facebook @Reza Aswari Azhar membuat surat terbuka  mengkritik pemadaman listrik yang terjadi di sekitar Pelingkau dan Jalan Pakunegara pada Jumat malam. Ini dia surat untuk PLN Pangkalan Bun:

PLN kyk t*i!!seenaknya matikan listrik!!saya ni udh capek kerja sampe rmh mau istrht udh mw ktiduran malah mati listrik!!rumah dipakunegara,sekitaran PLN hidup2 aja kyk radar sampit,sate goyang lidah,toko intan,warung pak kumis hidup2 aja listriknya tapi saya tinggal drumah blkng kantor KPHP yg sama2 jln pakunegara sampai pelingkau dmatikan listriknya karena ada perbaikan!perbaikan terus tapi gada perubahan sampe skrg!pas mau komplain mereka malah asik2 nonton TV druang ber-AC!enak bgt!saya kecapekan,kepanasan ngipasin anak biar bisa tidur mereka bisa seenakny nonton TV dan bilang sedang ada perbaikan!!Kalo memang ada perbaikan jln pakunegara-pelingkau kenapa masih ada rumah2 yg listriknya nyala!!

Salahkan Pemkab dan Warga

Sebelumnya, PLN Rayon Pangkalan Bun, menuding pemerintah daerah dan masyarakat  turut andil terjadinya pemadaman listrik. Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum faham bagaimana menggunakan listrik yang aman dan sesuai standar serta mengikuti aturan PLN. Selain itu banyaknya pohon dekat dengan jaringan PLN menjadi penyebab lainnya.

"Selain itu pemerintah juga harusnya berperan ikut menjadi penengah masalah yang timbul antara PLN dan masyarakat. Peran aktif pemda juga terkait dengan belum terkomodirnya Peraturan Daerah tentang pohon," tegas Purwanto.


Walau begitu Purwanto menegaskan, PLN Pangkalan Bun siap menampung dan menyambut aspirasi masyarakat dalam aksi demo Senin depan. Tetapi ia lebih menginginkan ada ruang diskusi yang dibangun, duduk bersama membahas segala masalah yang ada kaitannya dengan kelancaran pasokan listrik di Kobar.

Red: Sigit Pamungkas