PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran menyampaikan bahwa Provinsi Kalteng dengan populasi penduduk mencapai 2,7 juta jiwa perlu memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang melimpah.

"Dengan populasi penduduk mencapai 2,7 juta jiwa perlu memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang melimpah untuk mendukung transformasi ekonomi digital di daerah," kata Gubernur dalam rilis yang dikirimkan Bank Indonesia Kalteng mengenai pelaksanaan Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau FEKDI 2023, kemarin.

Hal ini, lanjut Gubernur, sejalan dengan komitmen pemerintah pada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 2022 bahwa Indonesia akan terus mendorong transformasi digital sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Kalteng, Taufik Saleh dalam rilis yang sama menyampaikan bahwa penguatan ETPD dan literasi digital masyarakat merupakan aspek penting untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

"Berdasarkan data Indeks ETPD Semester II-2022, Provinsi Kalimantan Tengah berada pada tahap Digital dengan nilai 80,6 persen, meningkat dari Semester I-2022 dengan nilai 79,5 persen, menempatkan Provinsi Kalimantan Tengah pada peringkat 360 secara nasional," tutur Taufik.

--page

Saat ini, kata Taufik, baru terdapat 4 Kabupaten dan Kota yang berada pada tahap Digital, yaitu Kabupaten Lamandau, Kota Palangkaraya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Indeks ETPD secara berurutan sebesar 86,3 persen, 85,2 persen, 83,9 persen, dan 80,1 persen, sementara Kabupaten lainnya berada pada tahap Maju. (TESTI PRISCILLA/H)