BORNEONEWS, Sampit - Pencurian pakaian di toko-toko atau distro di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian marak. Bahkan modusnya berbagai macam. Mulai dari berpasangan, hingga bergerombol.


Seperti yang terjadi di Distro Captain Clothing, Jl Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang. Sang pemilik Jefri Rahma Dani harus merugi hingga Rp900 ribu, akibat sejumlah pakaian dan minyak rambut yang dijualnya dicuri oleh sekelompok orang yang berpura-pura menjadi pengunjung.


“Kejadian Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu saya tidak sadar bahwa enam orang anak baru gede (ABG) tersebut mengambil pakaian yang saya jual,” ujar Jefri, Senin (21/3/2016).


Saat itu Jefri sedang bersiap-siap menutup distro miliknya, karena sudah cukup malam. Tiba-tiba datang enam orang ABG yang langsung masuk dan mau membeli pakaian yang dijualnya. Karena kedatangan sekelompok orang itu, diapun langsung mempersialhkan, dan menganggap hal itu adalah rezeki.


Tetapi keuntungan tersebut malah berbalik menjadi kerugian. Saat itu satu dari enam orang tersebut meminta untuk dicarikan ukuran celana yang pas dengannya. Saat sedang asyik mencari apa yang diminta pelaku, kelima lainnya langsung beraksi, dan mengambil tiga jaket, tiga baju, dan satu buah minyak rambut.


“Saya sadar menjadi korban pencurian baru pada Senin (21/3/2016) pagi. Saat sedang mengecek barang yang saya jual,” ungkap Jefri.


Selain Jefri, Barak pemilik Medium Distro juga pernah mengalami hal sama. Namun palaku yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu tidak sempat mengambil barang. Karena aksinya keburu diketahui oleh korban yang melihat langsung lewat CCTV.


“Pelaku perempuan sempat mengambil celana pendek dan ditaruhnya di dalam tas. Namun setelah melihat, saya yang menghampirinya. Ia pun langsung mengembalikan dan pergi meninggalkan toko saya,” kata Barak.


Dengan adanya hal ini, mereka mengimbau kepada teman-teman satu profesi agar selalu waspada. Bahkan lebih baik pasang CCTV agar pembeli yang datang bisa terpantau. (M HAMIM/m)