JAJARAN Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menyoroti lesunya kepariwisataan daerah, utamanya kehadiran wisatawan di objek wisata Patung Bekantan.
Menurut anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Abdul Gais, persoalan itu harus segera dicarikan solusi.
“Yang menjadi masalah mulai kurangnya kedatangan di objek wisata Patung Bekantan itukan karena ketersediaan tempat parkir. Ini harus segera dicari solusi baiknya,” ujar dia, Senin (21/3/2016).
Menurut dia, wisata Patung Bekantan di Siring Sungai Martapura atau di Jalan Piare Tendean yang seharusnya menjadi idola baru wisatawan justru terlihat sepi. Hal itu salah satunya disebabkan ketiadaan tempat parkir kendaraan. “Memang dilemanya kalau dibiarkan parkir di tepi jalan akan mengganggu arus lalu lintas, hingga harus dicari solusinya,” tutur politisi Partai Demokrat ini.
Ia berpendapat, alternatif yang bisa dilakukan pemkot ialah dengan membangun lahan parkir tidak jauh dari objek wisata tersebut. Bisa dengan memanfaatkan wilayah siring yang akan dibangun di Jalan Sungai Baru atau sebelah Jembatan Dewi. “Jadi di sana tidak perlu lagi dibuat taman, tapi tempat parkir saja, bisa dibuatkan jembatan penyeberangan atau sarana jalan lewat bawah Jembatan Dewi itu,” sarannya.
Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin lainnya Awan Subarkah juga sepakat bahwa sepinya kunjungan wisatawan di wisata Siring Piare Tendean akibat masalah tempat parkir. “Memang kita tidak perlu lagi melihat ke belakang bagaimana perencanaannya dahulu hingga terjadi demikian, ini harus bisa dipikirkan instansi terkait untuk memperbaikinya,” ucap politisi PKS ini. (Ant/B-3)








