BORNEONEWS, Palangka Raya - Modus baru pembobolan toko terjadi di Palangka Raya. Komplotan maling ini bukan lagi menggunakan alat linggis maupun jenis kecil lainnya, namun menggunakan alat pemotong besi. Bahkan mereka juga tidak berjalan kaki ataupun berkendara motor, tapi membawa mobil saat beraksi.


Fakta ini terlihat di Toko Anugrah Komputer yang terletak di antara deretan rumah dan toko (ruko) di Jalan RT A Milono tidak jauh dari Bank Kalteng, Rabu (23/3/2016) dini hari.


Eks kantor BRI itu dibobol oleh maling. Pelaku yang diduga berjumlah empat orang itu merusak pintu harmonika dengan cara memotong bagian besi-besinya.


Meski berhasil memotong semua besi dan tinggal masuk melancarkan aksi, mereka tidak berhasil menggondol barang-barang usaha milik Budi yang baru buka dua hari lalu itu. Sebab, mereka keburu kepergok oleh penjaga malam ruko Jamani, 50, warga Jalan Badak.


Menurut cerita Jamani, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Berawal ketika dia yang sedang keliling jaga malam dipanggil oleh seseorang tak dikenal. Kira-kira sekitar 20 meter dari TKP. Disamping orang tersebut juga terdapat sebuah mobil Avanza hitam.


"Saya sempat dipanggil. Pak-pak sini dulu pak. Tapi saya tidak langsung mendatangi. Karena saya melihat pintu (Toko Anugrah Komputer) terbuka. Saya curiga. Dalam hati saya pasti ini maling. Terus saya juga melihat dia membawa pisau. Kemudian saya berlari mencari bantuan," terang Jamani, Rabu (23/3/2016).


Jamani kemudian membawa beberapa orang ke TKP itu. Tapi pelaku sudah menghilangkan jejak. Setelah diteliti, pelaku sebelum memotong pintu harmonika ternyata juga mematikan beberapa bohlam milik kios tidak jauh dari tempat itu.


Sementara itu, Budi menyebut tidak ada barang-barang yang hilang. "Tidak ada yang hilang. Untungnya ada penjaga yang melihat. Kalau tidak mungkin sudah ada yang hilang," ucap Budi.


Aparat Polsek Pahandut yang mendaapat laporan langsung menuju lokasi kejadian. Namun pelaku masih dalam lidik. (BUDI YULIANTO/m)