BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan perkembangan edukasi dan perlindungan konsumen di Kalteng. Hingga 31 Maret 2023 menurut Otto pihaknya telah menerima 479 permintaan layanan.
"Sejak awal Januari hingga 31 Maret 2023, OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah menerima 479 permintaan layanan," kata Otto pada Selasa, 27 Juni 2023.
Di antaranya, kata Otto, 46 untuk layanan pemberian informasi kepada konsumen, 30 pengaduan dan 403 layanan dalam bentuk pertanyaan konsumen.
"Berdasarkan layanan pengaduan tersebut, sektor yang paling banyak dikonsultasikan adalah terkait Fintech Pinjaman Online dan Perusahaan Pembiayaan," tuturnya lagi.
Perkembangan hasil dari layanan pengaduan konsumen, jelas Otto, tercatat 18 pengaduan dengan status selesai, 11 masih aktif dan 1 telah dihapuskan.
--page
"Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menerima sebanyak 60 layanan konsumen secara walk-in dan telah terselesaikan secara langsung pada saat konsumen melakukan konsultasi," bebernya.
Konsultasi dan pengaduan konsumen didominasi permasalahan terkait kredit, agunan, asuransi serta pinjaman online. (TESTI PRISCILLA/J)









