BORNEONEWS, Banjarbaru - PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menyiagakan sebanyak 1.389 personel untuk bertugas menjaga perayaan Hari Raya Idul Adha di Kalimantan dengan memastikan keandalan listrik bagi masyarakat.
"Personel disiagakan di 18 posko yang tersebar di seluruh Kalimantan," kata General Manager PLN UIP3B Kalimantan Abdul Salam Nganro di Banjarbaru, Kamis.
Dia menyampaikan pemakaian listrik pelanggan pada perayaan Idul Adha tahun ini di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur mencapai 1.343 Mega-watt (MW) dan 478 MW untuk Provinsi Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah di Idul Adha ini kami mencatat kenaikan pemakaian listrik pelanggan lebih dari 15 persen di seluruh Kalimantan,” jelasnya.
Salam menegaskan pasokan daya pembangkit listrik dan sistem penyaluran di seluruh Kalimantan dalam kondisi normal dan prima dengan cadangan sebesar 537 MW untuk sistem Interkoneksi (Kalseltengtim) dan 232 MW di Sistem Khatulistiwa (Kalbar).
--page
Dari sisi ketersediaan energi primer, stok batubara di PLTU dalam kondisi terpenuhi dengan HOP lebih dari 15 hari, kondisi ini lebih baik dari tahun sebelumnya
Selain ketercukupan daya pembangkit, kesiapan personel dan peralatan juga menjadi fokus utama PLN selama Idul Adha.
Untuk mengantisipasi gangguan pada menara transmisi, PLN telah menyiapkan 15 tower emergency recovery system (ERS) dan 5 trafo mobile.
Menara ERS disiapkan untuk mempercepat pemulihan jika terjadi gangguan pada menara transmisi.
Salam juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keandalan jaringan transmisi.
--page
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak, salah satunya dengan tidak bermain layangan yang dapat mengancam penyaluran listrik kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.
ANTARA









