PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT PLN (Persero) mengungkapkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dipicu gangguan pada tiga pembangkit listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijino menjelaskan kerusakan pertama terjadi di pembangkit Kabupaten Gunung Mas.

"Pertama kerusakan di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas pada 22 Juli 2026," sebut Iwan saat konferensi pers di Istana Isen Mulang, Kamis, 30 Juli 2026.

Sehari kemudian, lanjut dia, gangguan terjadi di PLTU Asam-Asam, disusul kerusakan pada PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong pada 24 Juli 2026.

Menurut Iwan, gangguan tersebut mengurangi kemampuan pasokan daya sistem interkoneksi sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga kestabilan jaringan.

Ia mengatakan satu unit PLTU TPI berkapasitas 100 megawatt telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026. Tambahan pasokan itu membuat durasi pemadaman berkurang dari sekitar enam jam menjadi rata-rata tiga jam setiap hari.

PLN terus melakukan percepatan perbaikan terhadap pembangkit yang masih mengalami gangguan agar pasokan listrik dapat kembali normal. (HERMAWAN DP/y)