TINGGINYA harga sarang burung walet di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejak beberapa pekan terakhir membuat sejumlah pelaku kejahatan melakukan pencurian.
Hal itu terlihat dalam beberapa waktu terakhir, banyak gedung walet yang dibobol pencuri.
Seperti yang dialami Charly pada Kamis (31/4/2016), gedung walet miliknya yang berada di Jalan HM Arsyad Km 6 dimasuki maling.
Beruntung aksi dua orang maling yang bernama Samsul dan Udin itu diketahui warga sekitar dan berhasil menangkapnya bersama polisi.
“Tidak ada yang hilang, namun sejumlah burung dan banyak yang mati akibat dimasuki maling tersebut,” ujar Charli.
Selain Charli, beberapa waktu lalu, Elman dan Matnur juga menjadi korban pencurian.
Gedung kedua warga di Desa Samuda Besar, kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dibobol maling dengan cara merusak pintu depan. Alhasil puluhan sarang yang siap panen habis tak bersisa.
“Biasanya dalam sekali panen bisa mendapat puluhan sarang, dan semua sarang itu habis dicuri maling,” ujar Elman.
S
ementara dari pengakuan salah satu tersangka yang berhasil ditangkap polisi pada Kamis (31/3/2016) bernama Samsul mengatakan, mereka nekat melakukan pencurian itu karena saat ini harga walet sangat mahal.
Bahkan sebelum tertangkap, sudah sekitar lima bangunan yang berhasil mereka bobol sebelum mengambil sarang walet di dalamnya.
“Hasil curian itu buat kebutuhan sehari-hari,” kata Samsul.
Sedangkan untuk harga walet saat ini memang cukup tinggi dibanding beberapa bulan yang lalu. Yakni per kilogram mencapai Rp9 juta. Dibandingkan beberapa waktu sebelumnya yang hanya mencapai Rp4,5 juta hingga Rp6 juta.
“Kalau sarang bentuk mangkuk dan kualitasnya bagus harganya mencapai Rp9,5 juta. Sedangkan bentuk sudut Rp7 juta, dan patahan Rp6 juta,” ujar Abu Al Habsyi, salah satu pengepul sarang burung walet di Kota Sampit, Jumat (1/4/2016).
Diterangkan Abu, dalam sebulan, dirinya bisa mengirim sekitar 60 Kg ke bos besar yang ada di Surabaya. Sarang yang dia dapat dari banyak warga pemilik gedung walet. Meski dia tidak mengetahui sarang hasil dari curian atau tidak.
“Yang pasti siapa yang mau jual kami terima, dan itu kami tidak tahu apakah hasil curian atau tidak. Karena kami tidak enak juga bertanya dengan penjual,” jelas Abu.(B-11)







