ORGANISASI pecinta lingku­ngan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melepasliarkan bekantan jantan ke pusat penyelamat­an bekantan Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (2/4/2016).


“Sebelumnya bekantan ini diserahterimakan dari Ahmad Sadikin anggota Polisi Hutan Dinas Lingku­ng­an Hidup dan Kehutanan Barito Kuala kepada kami,” kata Ketua SBI, Amalia Rezeki, Senin (4/4).


Bekantan jantan dewasa yang diperkirakan berusia tujuh tahun ini menurut warga ditemukan sedang hanyut di Sungai Barito setelah terbawa tongkang batubara.


Juru mudi kelotok penyeberangan sungai menyelamatkannya dan meletakkan bekantan itu di dermaga Marabahan.


Mengingat bekantan yang kelelahan setelah berenang di sungai dan mendapat kontak langsung dengan manusia itu mengalami trauma berat, maka BKSDA Kalsel mempercayakan SBI untuk mencek kesehatan­nya­ serta melakukan pera­wat­an sebelum dilepasliarkan.


“Kami sangat mengapresi­asi upaya warga yang berusaha menyelamatkan bekantan dan menyerahkan­nya ke SBI,” katanya. Setelah diperiksa dan diberi obat antibiotik terhadap luka kecil yang dideritanya serta multivitamin untuk pemulihan staminanya, maka BKSDA meminta SBI untuk melepasliarkan bekantan ke Pulau Bakut.


“Dengan harapan lebih mudah memulihkan stresnya di alam, apalagi bekantan ini tidak memiliki riwayat penyakit bawaan yang bisa menularkan penyakit di alam nanti.”


Menurut Amalia Rezeki yang juga sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat serta penerima She Can Award 2015 sebagai Wanita Inspiratif Indonesia Katagori Lingkungan Penyelamat Bekantan itu, bekantan yang diselamatkan warga itu bisa saja akan melakukan migrasi karena habitatnya yang mulai rusak akibat kebakaran hutan dan alih fungsi lahan, sehingga ketersediaan pakannya mulai berkurang.


Pada 2015 dan sampai sekarang sudah sekitar 19 kali tim rescue dari SBI melakukan evakuasi bekantan.

Dan yang dilepasliarkan berjumlah 11 ekor, yang dirawat lima ekor serta tiga ekor tidak bisa ditolong karena luka bakar cukup serius. (Ant/B-6)