BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas menunjukan komitmen terhadap pendidikan agama dengan melaksanakan kegiatan kolektif membaca Surah Al-Kahfi, menghafal Asmaul Husna, dan membaca kitab kuning. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koneksi spiritual siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran agama.

Seluruh warga MAN Kapuas berkumpul membaca Surah Al-Kahfi bersama-sama. Surah Al-Kahfi merupakan salah satu surah penting dalam Al-Quran yang mengandung pelajaran berharga tentang keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan membaca surah ini, siswa diharapkan dapat merenungkan makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Setelah membaca Surah Al-Kahfi, kegiatan dilanjutkan dengan menghafal Asmaul Husna. Asmaul Husna adalah 99 nama-nama Allah yang indah dan maha sempurna. 

Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk menghafal dan memahami makna dari setiap nama Allah, sehingga mereka dapat lebih mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT dengan lebih baik.

--page

Kepala MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi, mengatakan rangkaian kegiatan Jumat Berkah sebagai bentuk komitmen MAN Kapuas dalam menguatkan koneksi spiritual siswa dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat dalam meningkatkan pemahaman agama dan budaya Islam.

"Salah satunya membaca kitab kuning. Dimana Kitab kuning merupakan salah satu sumber ilmu agama yang sangat dihormati dan dijadikan rujukan dalam lingkungan pesantren," kata Mulyadi, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Dengan membaca kitab kuning, siswa diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan menjadikan siswa sebagai generasi yang memiliki koneksi spiritual yang kuat," ucapnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat semakin mencintai agama dan dapat mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Diharapkan kegiatan ini akan memberi dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap agama, memperkuat iman, dan membentuk karakter yang berakhlakul karimah," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/Y)