BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh menyampaikan bahwa potensi elektronifikasi yang dimiliki Kabupaten Gunung Mas khususnya terkait QRIS yang dapat terus ditingkatkan.
"Berdasarkan data yang disampaikan oleh Bank Indonesia per Juni 2023, volume transaksi QRIS Kabupaten Gunung Mas sebesar 18.344 transaksi dengan nominal transaksi Rp2.982.956.869 masih menempati peringkat ke-12 dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah," kata Taufik pada Sabtu, 5 Agustus 2023.
Informasi ini dirinya bagikan usai melakukan Audiensi dan Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD Kabupaten Gunung Mas pada Selasa, 1 Agustus 2023 lalu di Kantor Bupati Gunung Mas, Kuala Kurun.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L P Umbing dalam rilis yang sama menyampaikan bahwa peningkatan implementasi QRIS di Kabupaten Gunung Mas perlu dimulai dengan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Kemudian dapat dilakukan implementasi pada beberapa sektor ekonomi, termasuk salah satunya adalah sektor pariwisata," kata Wabup.
Di sisi lain, Kepala Bapenda Gunung Mas, Edison, mengharapkan Bank Kalteng selaku Bank RKUD dapat memperluas kerjasama dan memperkaya produk layanan keuangan yang dapat mendukung peningkatan ETPD.
--page
Menanggapi hal tersebut, Jeksenli selaku Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun menyampaikan bahwa Bank Kalteng siap berkoordinasi dengan Pemda untuk mendukung implementasi ETPD dan menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh Pemda Gunung Mas.
OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menyatakan akan mendukung melalui beberapa program kerja seperti melakukan sosialisasi edukasi terkait keamanan dalam bertransaksi digital serta mendorong ketersediaan agen laku pandai di Kabupaten Gunung Mas sebagai kepanjangan tangan dari perbankan. (TESTI PRISCILLA/Y)









