BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur mengingatkan proyek siswa dalam kurikulum merdeka belajar bukan tentang hasil produk tapi penanaman sikap saat proses pembuatannya.
"Beberapa mis persepsi antara sekolah dengan apa yang dikehendaki oleh pimpinan masih terjadi, contoh dari 6 indikator penerapan strategi implementasi kurikulum merdeka, pembuatan proyek P5 di sekolah kita masih miss persepsi salah pemahaman, dimana selalu berkeinginan menghasilkan produk yang wah," kata Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Kotim Edie Sucipto, Rabu, 9 Agustus 2023.
Padahal kegiatan proyek adalah semangat kolaborasi, kreatif, inovatif, dan gotong royong itu hal yang diharapkan terpatri dalam diri siswa. Sehingga menjadikan siswa yang memiliki profil pelajar pancasila. Produk dari proyek siswa bukan tujuan akhir.
Tapi fenomena di sekolah saat ini menginginkan produknya yang wah. Bahkan di tingkat SD masih terjadi orang tuanya ikut mengerjakan proyek siswa.
--page
"Masih terjadi orang tua nimbrung membuat kue segala macamnya, anaknya tidak bisa bikin kue," ujar Edie.
Oleh karena itu, perlu dikaji kepala sekolah dan dewan guru bahwa proyek yang dibuat di sekolah itu betul-betul mengkondisikan keadaan di sekolah. Agar tepat sasaran dan menghindari produk yang wah sehingga tidak membebani siswa. (DEWI PATMALASARI/H)









