BORNEONEWS, Palangka Raya - Perang terhadap narkoba oleh Polres Palangka Raya dengan menggelar razia Bersinar 2016 mendapat banyak apresiasi. Masyarakat pun berharap kegiatan serupa lebih sering untuk makin menekan angka peredaran narkoba.
"Kalau bisa harapan kita tiap malam dirazia, untuk bisa menekan orang menggunakan narkoba. Seperti razia kemarin, efeknya besar selain sebagai penindakan juga sebagai peringatan," kata praktisi hukum Rio Denamore Dau, di Palangka Raya, Selasa (12/4/2016).
Rio mengatakan, tempat hiburan malam seperti karoke keluarga dan diskotek memang rawan disalahgunakan untuk hal yang bertentangan dengan hukum dan norma yang belaku. Dengan razia yang waktunya acak diharapkan bisa menjadi teror bagi oknum-oknum yang ingin melakukan hal tersebut.
Namun dalam kesempatan itu dia juga mengkritisi proses terhadap orang-orang yang terjaring razia yang cukup memakan waktu. Rio berharap, proses cepat dan berlapis serta penyaringan ketat dapat dilakukan agar menghidari kesalahan.
"Negara menganggap pengguna itu sebagai korban, tapi dari mereka bisa ditelusuri siapa yang menjual. Ada kemungkinan orang yang sedang menjalani pengobatan bisa keikut terjaring dan itu perlu dilihat agar tidak terjadi salah target," kata Rio Denamore Dau.
Beberapa waktu lalu, Polres Palangka Raya bersama Sat Brimob Polda Kalteng, BNN Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah, Denpom Palangka Raya, Korem 102 Panju panjung dan Kodim 102 Antang menggelar razia Bersinar. Total 400 personel yang terbagi tiga kelompok turun dalam kegiatan tersebut. (RONI SAHALA/m)





