BORNEONEWS, Simpang Runtu - Peredaran narkoba di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah sangat mengkhawatirkan. Ini diperkuat dengan ditengarainya Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, menjadi pintu transit narkoba dari wilayah Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Menurut Camat Pangkalan Lada Rudiansyah, simpang Runtu yang merupakan jalur penting menuju Kabupaten bahkan provinsi lain ini sangat wajar apabila menjadi titik pantau terhadap jalur pembuka peredaran narkoba.
Ia mendapat informasi, narkoba yang masuk dari wilayah Barat (Kalbar) diaplus dengan mobil lain masuk ke Pangkalan Bun, termasuk pasokan untuk peredaran di Pangkalan Lada.
"Mereka mengaplus narkoba ke mobil lain, sehingga sulit untuk mendeteksi keberadaan mobil yang membawa barang haram tersebut," ungkap Rudiansyah, di ruangan kerjanya, Selasa (11/4/2016).
Saat ini banyak informasi yang masuk ke pihaknya bahwa ada warga Pangkalan Lada, selain mengedarkan juga memakai narkoba jenis sabu.
Ia mengkhawatirkan saat ini perkembangan narkoba sudah sampai ke desa-desa. Untuk itu ia meminta kepada pihak terkait gencar melakukan sosialisasi terhadap warga masyarakat, khususnya para orang tua dengan metode memperkenalkan bagaimana bentuk sabu dan alat-alat yang digunakan. Pengenalan ini bertujuan agar saat para orang tua saat menemukan peralatan seperti bong dan pipet di kamar anak-anaknya dapat mengetahui dan mengambil tindakan.
"Harus dikenalkan apa alat yang digunakan dan bentuk sabu seperti apa, agar saat mengkontrol anaknya dan menemukan barang tersebut orang tua sudah mengetahui apa langkah yang harus diambil," kata Camat Pangkalan Lada.
Sementara itu Kapolsek Pangkalan Lada AKP F Ali Najib mengatakan, terkait dengan ditengarainya kawasan Simpang Runtu sebagai titik transit peredaran narkoba, pihaknya seringkali melakukan razia dik awasan tersebut. Namun faktanya sejauh ini belum pernah ditemukan adanya barang-barang terlarang yang dibawa di dalam mobil.
"Sering kita melakukan razia tapi belum kita temukan adanya narkoba yang dibawa, baik menggunakan mobil atau kendaraan roda dua," ungkap Kapolsek, Selasa (11/4/2016).
Ia menegaskan, peredaran narkoba bukan hanya melalui jalur darat, tetapi pintu peredaran juga bisa melalui udara dan laut. Ia juga tidak sependapat apabila masuknya narkoba ke Pangkalan Bun berasal dari Kalimantan Barat.
"Bisa saja melalui udara dan laut, bukan hanya dari Kalbar," tegas dia. (KOKO SULISTYO/m)





