PERANGterhadap narkoba dilakukan di segala lini, segala bidang, segala lapisan.Tetapi ternyata, justru di LembagaPemasyarakatan, narkoba berkembang biak. Justru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bandar narkoba hidup enak, dan leluasamengembangkan serta mengendalikan bisnisnya.
Orangpaling gusar tentu saja Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Karena, di bawah kementeriannya, 874lapasbernaung. Dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa lapas saat ini, semakinterbukti, menjadi sarang narkoba. Di dalam lapas itu pula, para nara pidana(napi) narkoba tidak kapok berbisnis narkoba. Malah sebaliknya, para napi itumengendalikan dan mengembangkan bisnis narkoba. Di dalam lapas, dari balikjeruji besi itu mereka bisamengendalikan bisnis narkoba dengan aman dan nyaman.
Sebagaicontoh, Yasonna menyebut Lapas Lubuk Pakam di Deli Serdang. Gembong narkobayang bernama Tony alias Toge justrumendapat keistimewaan dari Kepala Lapas (Kalapas)-nya. Tony, selain bisa mengendalikan bisnisnarkoba dengan berbagai fasilitas seperti handphone, juga mendapat fasilitaslain seperti TV, CCTV dan karaoke.
Dengangeram dan marah, Yasonna menyebut Kalapas LP Lubuk Pakam sedang sibukmengumpulkan duit untuk mempersiapkan masa pensiunnya. Dan, sudah pasti, duitakan datang dengan mudah dan berlimpah dari bandar narkoba.
Di depanpara peserta diklat taruna Akademi IlmuPemasyarakatan (AKIP) dan Akademi Imigrasi (AIM) Menteri Yasonna melampiaskankemarahannya. Saat berceramah dengnan tema Penegakan Hukum Melawan Narkoba, iameminta agar sebagai insan penegak hukum mulai hari ini tidak korupsi.
Iapunmeminta, kelak para lulusan taruna setelah bekerja tetap menjaga idealismediri. “Jangan kalian begitu dikasihjabatan lalu jadi lupa diri. Masih ada persoalan, kalian itu ujung tombak yangberhadapan langsung dengan masyarakat. Saya ingin kalian punya komitmenbersama. Jangan kalian buat tempat kerja kalian Kemenkum HAM itu adalah tempatbandar-bandar narkoba bermain!"
Kitasepakat dengan MenkumHAM Yasonna. Lapas memang menjadi tempat yang nyaman danaman berbisnis narkoba. Tidak memberiefek jera. Sebaliknya, lapas justru menjadi sekolah bagi penjahat, pecandu, dangembong.
Lapasmenjadi tempat nyaman? Lihatlah di lapas Kelas IIA Palangka Raya, saatdilakukan penggerebegan, ditemukan 129 gram sabu dengan 34 pecandu. Contohlain, terdakwa pedagang sabu di RumahDinas Sekda Provinsi Kalteng, jugamendapat pasokan dari penghuni sebuah Lapas di Banjarmasin.
Sekalilagi, kita sepakat dengan Menteri Yasonna. Untuk membasmi narkoba, lapas harus dibumihanguskan. Cuci bersih Kalapas dan sipir-sipirnya. Cucibersih napi-napinya. Bersihkan isi kepala, perilaku mental dan moralnya. Terapkanhukum besi!








