BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi terkejut dan langsung geleng-geleng kepala mendengar bahwa daerah itu menempati urutan teratas terbanyak pengguna narkoba dibandingkan daerah lain di Kalimantan Tengah (Kalteng).


“Yang sangat tidak enak Kotim masuk terbesar pengguna narkoba dan nomor satu lagi. Nomor satunya ini tidak nyaman didengar,” kata Supian Hadi di hadapan para kepala SKPD dan tokoh agama saat pelantikan dewan hakim, juri dan panitera MTQ tingkat Kabupaten Kotim di Aula Bappeda, Kamis (14/4/2016).


Hasil pengungkapan Badan Narkota Nasional Provinsi Kalimantan Tengah ada empat kabupaten yang tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba. Empat kabupaten itu yakni Kota Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Gunung Mas.


Data BNN Provinsi Kalteng, jumlah pengguna narkoba di provinsi ini dari tahun ke tahun cukup tinggi dan terus meningkat. Pengguna narkoba pada 2004 terdata sebanyak 21.863 orang, 2008 sebanyak 26.237 orang, 2011 sebanyak 34.543 orang, 2012 sebanyak 35.484 orang dan 2014 sebanyak 35.811 orang.


Supian Hadi prihatin mendengar tingginya angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Kotim. Kondisi itu diakuinya sudah masuk tahap mengkhawatirkan dan perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan yang serius.


“Ini sangat meresahkan, saya selaku bupati sangat prihatin. Kalau seperti ini bukan hanya menjadi tugas Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan aparat kepolisioan tapi menjadi kewajiban kita bersama untuk memerangi narkoba,” ujarnya.


Untuk memerangi narkoba ini tidak hanya mampu dilakukan oleh BNK dan kepolisian tetapi butuh keterlibatan tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan pembinaan spiritual keagamaan kepada generasi muda.


“Kalau polisi tangkap sana sini satu orang yang muncul baru lagi lima orang. Untuk membantu tugas kepolisian perlu keterlibatan tokoh agama. Kalau tokoh-tokoh agama sudah berperan untuk memperkuat keimanan. Kalau iman sudah kuat jangankan narkoba, mencuri aja tidak berani,” ucapnya. (RAFIUDIN/m)