BORNEONEWS, Banjarmasin - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan, sepakat meneken komitmen pemberantasan narkoba. 


Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Agung Budi Maryoto menuturkan, kesepakatan ini merupakan momentum pemberantasan narkoba secara gotong royong.

 

Menurut Agung, upaya pemberantasan narkoba mesti ditopang oleh semua lapisan masyarakat. Itu sebabnya, ia sengaja mengundang semua pihak, baik organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan civitas akademis kampus di Banjarmasin. 


“Ke depan, bagaimana lebih bersinergi antar institusi dalam pemberantasan narkoba, baik preventif dan penegakan hukum,” ujar Brigjen Agung usai meneken kesepakatan di aula Bhayangkara Polda Kalsel, Jumat (15/4/2016).

 

Agung mengatakan, sejak Operasi Bersinar, polisi mengungkap tindak pidana peredaran narkoba sebanyak 214 kasus dengan 255 orang tersangka. Adapun barang bukti berupa 15,24 gram ganja, 1.140,12 gram sabu, 163 butir ekstasi, 12,75 gram ekstasi serbuk, dan 26.944 butir obat golongan IV.   

 

Tahun lalu Polda Kalsel mengusut penyalahgunaan narkoba sebanyak 1.872 kasus dengan 2.312 orang tersangka. Barang bukti yang diamankan terdiri atas 2,5 kilogram ganja, 11,4 kilogram sabu, dan 23.551 butir ekstasi. 


Adapun penanganan narkoba pada tahun 2016 berjalan sebanyak 785 kasus dengan tersangka 958 orang. Barang buktinya 15,47 gram ganja, 3.175 gram sabu, 868 butir ekstasi, 12,75 gram ekstasi serbuk, dan 1.749.398 butir obat golongan IV.

 

Pihaknya terus melakukan sosialisasi antinarkoba dari tingkat desa hingga kabupaten/kota se-Kalsel. Kampanye ini menyasar anak usia sekolah, pusat keramaian, dan menggelar tes urin di tempat hiburan malam. 


“Termasuk secara internal personel Polda Kalsel, tidak terkecuali saya sendiri (tes urin),” Agung Berujar.  

 

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengaku miris melihat peredaran narkoba di Kalsel. Ia mengibaratkan norkoba seperti penjajah Belanda yang ingin menghancur segala sendi tatanan hidup bermasyarakat. 


“Makanya kita harus berantas, bersatu padu semua elemen masyarakat. Penjajah Belanda, kikis habis yang namanya narkoba!” Sahbiri berkoar-koar. (DIANANTA/m)