BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemadaman lisrik lantaran kurangnya daya listrik terjadi lagi di Pangkalan Bun sekitar pukul 23.20 WIB hingga selasa (01/4/2016) pukul 01.30 WIB.


Manager Rayon PLN Pangkalan Bun Purwanto menjelaskan, penyebab terjadinya pemadaman tersebut karena ada masalah di pompa Circulating Water Pump (CWP) pada mesin PLTU PT EEI Kumai. Fungsi utama pompa itu untuk memompa air laut menuju tube condensor yang digunakan untuk mengkondensasikan uap pada turbin. 


"Info tersebut kami dapatkan dari manajer PLTD Kumai.  Menurutnya sekitar pukul 23.20  WIB ada indikasi pompa CWP tidak menghisap air, sehingga yang keluar hanya angin. Akibatnya putaran turbin menjadi terganggu. Namun air masuk kembali di pompa CWP sekitar pukul 01.30 WIB," jelas Purwanto, Selasa (19/4/2016)


Karena adanya permasalahan itu, daya mampu PT EEI hanya mampu menyumbang daya sekitar 3 MW saja. 


"Sebelumnya PT EEI menyumbang 7 MW namun sementara hanya mampu menyumbang 3 MW. Lantaran kemarin mesin berkekuatan 5 MW masih belum masuk sistem," jelasya.


Namun selasa (19/4/2016) sekitar pukul 17.00 WIB, mesin yang mengalamai permasalahan tersebut bisa kembali beroperasi seperti semula. 


"Sekadar diketahui daya mampu listrik sebesar 7 MW dari PLTU berasal dari satu mesin berkekuatan 5 MW dan satu unit sebesar 2 MW," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)