BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS Group) berkolaborasi dengan 13 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah yaitu Kotawaringin Barat, Lamandau dan Pulang Pisau.
Hal ini sebagai bentuk komitmen SSMS dalam mendukung usaha pemerintah menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yakni dengan membentuk dan melakukan pembinaan kepada kelompok MPA.
Group Head Sustainability PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, Kamis, 19 Oktober 2023 mengatakan, pembentukan dan pembinaan kelompok MPA ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu.
"Butuh proses yang konsisten dan berkelanjutan agar MPA yang telah dibina ini dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla," kata Henky Satrio Wibowo.
Henky Satrio Wibowo menjelaskan, dalam waktu kurun tiga bulan, telah terjadi peningkatan karhutla akibat fenomena el nino dan pemerintah telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
--page
"Untuk itu, SSMS akan mengambil peran dengan memperkuat kesiapsiagaan personel tim tanggap darurat internal maupun kelompok MPA binaan. Sebanyak 150 orang tim tanggap darurat perusahaan telah memiliki sertifikasi, 9 orang diantaranya Ahli K3 Specialist Penanggulangan Kebakaran dan 141 orang sebagai petugas peran kebakaran kelas D," jelas Henky Satrio Wibowo.
Menurut Henky Satrio Wibowo, di masing-masing area kerja telah dilengkapi dengan Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran yaitu berupa alat pelindung diri (APD), peralatan pemadam kebakaran serta truk damkar.
“SSMS juga aktif melakukan patroli dan monitoring hotspot di area operasional maupun desa-desa sekitar serta saling berkoordinasi dengan Manggala Agni, BPBD dan dinas terkait," ujar Henky Satrio Wibowo.
Sementara untuk kelompok MPA binaan, lanjut Henky Satrio Wibowo, SSMS telah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengendalian karhutla dan secara rutin memberikan pelatihan dan simulasi kebakaran.
"Ini penting karena saat terjadi karhutla, kesiapan dan kesigapan personel menjadi hal yang utama. Karena untuk menanggulangi karhutla bukan hanya tugas Damkar, namun juga menjadi tugas bersama, sehingga diperlukan sinergi dari berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar," demikian Henky Satrio Wibowo menyampaikan. (WAHYU KRIDA/Y)









