MESKI pelaksanaan Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) Telabang 2016 telah berakhir pada 19 April 2016, upaya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukamara untuk memerangi peredaran barang haram itu tidak akan berhenti.
Upaya akan terus dilakukan hingga kabupaten berjuluk Bumi Gawi Barinjam ini benar-benar bebas dari narkoba.
“Selama pelaksanaan Operasi Bersinar Telabang 2016 telah berhasil mengamankan beberapa pelaku kasus narkoba. Hal itu membuktikan peredaran narkoba di Kabupaten Sukamara memang ada,” kata Ketua BNNK Sukamara Windu Subagio, Kamis (21/4/2016).
Untuk memerangi peredaran narkoba, BNNK akan melibatkan semua lapisan masyarakat, seperti ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya termasuk pedagang obat dan penjual barang yang bisa disalahgunakan sebagai narkoba.
“Kita perlu peran semua pihak untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap bahaya narkoba,” sambung dia.
Untuk itu, ia mengimbau semua lapisan masyarakat supaya turut bekerjasama dalam memerangi peredaran narkoba. Peran masyarakat sangat dibutuhkan karena jika semua dilakukan secara bersama tentu peredaran narkoba di Sukamara dapat dihentikan.
Dalam kesempatan itu pula, ia meminta pedagang obat dan penjual barang lainnya untuk lebih berhati-hati serta tidak melayani pembelian dalam jumlah tidak wajar. Seperti pembelian obat batuk, lem fox, dan beberapa barang lain yang bisa disalahgunakan.
“Kita juga butuh kerja sama seluruh pedang obat dan pedagang barang lainnya,” sebut Windu Subagio.
(MG13/B-3)





