BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya masih menunggu pengadaan sebanyak tiga ribu dosis vaksin rabies lagi.
"Pengadaannya ini ada yang masih di APBD murni, ada juga yang di APBD Perubahan nanti," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno pada Senin, 30 Oktober 2023.
Menurut Ganjar, saat ini tim pengadaan sedang mengusahakan secepatnya vaksin rabies didatangkan mengingat stok yang ada di kantor dinas sudah semakin menipis.
"Makanya sudah saya arahkan teman-teman untuk segera kejar pengadaan vaksin, ini lagi diproses pengiriman," tuturnya lagi.
Masih ada 2.000 dosis yang dalam pengiriman, lanjutnya, serta 1.000 dosis yang sudah termasuk dalam APBD Murni.
--page
"Itu di APBD Perubahan ada 2.000 dosis, di APBD murni ada 1.000 dosis lagi jadi totalnya 3.000 dosis," jelasnya.
Menurut Ganjar, memang ada stok dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang bisa diambil kapan saja sebagai jatah untuk Pemko Palangka Raya.
"Kita kan juga dapat jatah dari provinsi tapi hanya 500 dosis dan itu sudah kita pakai. Makanya harus pengadaan sendiri," bebernya.
Ganjar mengatakan bahwa data DPKP sampai akhir September 2023, sudah ada 7.881 ekor HPR yang sudah tervaksin rabies.
"Sudah tujuh ribuan HPR yang divaksin terdiri dari 6.347 ekor Anjing, 1.527 ekor Kucing, dan 7 ekor Kera. Sehingga per akhir September 2023 berjumlah 7.881 ekor HPR," kata Ganjar.(TESTI PRISCILLA/Y)









