BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru terkait pasokan babi dari luar daerah.
"Yang babi belum ada update. Kemarin ada informasinya masuk dari Bali, cuma saya masih belum dapat info babi itu dibawa kemana," kata Ganjar kepada Borneonews pada Selasa, 31 Oktober 2023.
Mengingat Palangka Raya merupakan daerah perlintasan, lanjut Ganjar, pihaknya tidak mau gegabah menyimpulkan bahwa babi yang dibawa bertruk-truk menurut laporan warga itu adalah pasokan untuk Kota Cantik.
"Apakah ke Palangka Raya atau kemana, siapa tahu cuma jadi persinggahan kan karena Palangka Raya kan daerah perlintasan juga," tuturnya.
Karena jika harus bicara untuk daerah Gunung Mas, Katingan atau lainnya menurut Ganjar bukan tupoksinya untuk dapat menyuarakan pendapat.
--page
"Informasinya kemarin ada sekitar 600-an ekor yang datang lewat dari Paciran ke Bahaur tapi saya informasi tentang sebarannya kemana itu saya nggak peroleh," tuturnya lagi.
Kalau ke Palangka Raya, lanjut Ganjar, DPKP hanya mengeluarkan ijinnya untuk 150 ekor dan dua kali pengangkutan.
"Jadi di kota ijinnya cuma 300 ekor. Kalau sebanyak itu sampai 600 ekor katanya kemana peredarannya, mungkin ke kabupaten tetangga," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









